26 januari adalah hari republik indian, saya gak tau kalau hari itu aparat lebih waspada dan jaga2, mungkin untuk mengamankan seremony atau upacara, mungkin juga ada pejabat atau apalah, tiba2 malam itu security apartment mengetuk kamar saya, dan beberapa petugas berpakaian preman yang belakangan saya tahu adalah polisi mulai menginterogasi saya, waktu saya bilang kalau saya gak bisa hindi, mereka apanggil petugas lain dan saya kembali di interogasi dengan memeriksa passport dan visa saya, saya rasa semua dokument saya lengkap, as a tourist.. what is my mistake?
tapi mereka seperti mencari2 alasan yang saya pun gak tau apalah maksud dan tujuannya, kalau saya punya passport dan visa yang jelas, saya bebas lah mau jalan dimana aja seluruh india kan? tapi petugas seperti tidak puas kalau belum menemukan kesalahan saya, mereka mulai membongkar isi tas saya, sampai dompet dan alat2 kosmetik saya gak luput dari pemeriksaan, kasur, lemari dan laci2 dibongkar, saya mulai emosi,
saya telpn sopir teman saya, eh petugas kembali curiga dan bertanya siapa yang saya telpn, saya jawab ini teman saya, mereka tanya lagi apa kerjanya, saya bilang sopir, eh mereka makin curiga ngapain saya berteman dengan sopir dan ketika tau sopir itu muslim mereka makin curiga, oalahhhh pak polisi india mulai ngeyel nih, mereka minta nomer kontak siapa kenalan saya disini yang bisa mereka hubungi, saya kasih nomer teman saya dan seorang indonesian, wanita yang menikah dengan indian, yang belakangan benar2 saya sesali, karena menurut teman saya, petugas polisi ini menghubungi terus selama beberapa hari, teman saya yang orang indonesia seperti diancam2 gitu, ntah beneran atau cuma gertak, kalau teman saya yang indian pemilik apartment yang saya tempati katanya petugas polisi datang ke rumahnya dengan wartawan, yang keesokan harinya berita tentang saya dirazia polisi masuk koran lokal dengan bahasa hindi, yang isinya seorang pejabat dipemerintahan menerima tamu seorang wanita asing dengan tujuan yang dicurigai, ah entahlah...kalaupun saya cek korannya saya gak akan ngerti karena bahasa hindi.
yang jelas malam itu saya dibawa ke pos dan diinterogasi beberapa jam, saya gak takutlah...kan saya gak salah, yang saya sesali cuma saya kasih nomer kontak kenalan saya yang orang indonesia menikah dengan indian itu, karena kemudian saya tau dia menyebarkan berita kalau saya ditangkap polisi dan dia terbawa2, oke deh saya salah kasih nomer dia, tapi saya gak tau kalau dia akan dapat masalah, lagian kan dia sendiri yang bilang kalau ada apa2 hubungi dia aja, kalau butuh bantuan apa2 hubungi dia aja, basa basi ya? makanya jangan suka basa basi, basi kan???setelah itu dia tidak menerima tiap kali saya telpn dia, itu berkali2, ya sudah lah...belum apa2 sudah ada yang benci ke saya, sshhhh....
karena kenalan yang rumahnya saya tempati itu kelihatan menjauhi saya, saya pamit dan menghubungi kenalan saya yang lain di south delhi, dia inilah yang saya sebut tuan saya, si Mr. Arora.
tapi mereka seperti mencari2 alasan yang saya pun gak tau apalah maksud dan tujuannya, kalau saya punya passport dan visa yang jelas, saya bebas lah mau jalan dimana aja seluruh india kan? tapi petugas seperti tidak puas kalau belum menemukan kesalahan saya, mereka mulai membongkar isi tas saya, sampai dompet dan alat2 kosmetik saya gak luput dari pemeriksaan, kasur, lemari dan laci2 dibongkar, saya mulai emosi,
saya telpn sopir teman saya, eh petugas kembali curiga dan bertanya siapa yang saya telpn, saya jawab ini teman saya, mereka tanya lagi apa kerjanya, saya bilang sopir, eh mereka makin curiga ngapain saya berteman dengan sopir dan ketika tau sopir itu muslim mereka makin curiga, oalahhhh pak polisi india mulai ngeyel nih, mereka minta nomer kontak siapa kenalan saya disini yang bisa mereka hubungi, saya kasih nomer teman saya dan seorang indonesian, wanita yang menikah dengan indian, yang belakangan benar2 saya sesali, karena menurut teman saya, petugas polisi ini menghubungi terus selama beberapa hari, teman saya yang orang indonesia seperti diancam2 gitu, ntah beneran atau cuma gertak, kalau teman saya yang indian pemilik apartment yang saya tempati katanya petugas polisi datang ke rumahnya dengan wartawan, yang keesokan harinya berita tentang saya dirazia polisi masuk koran lokal dengan bahasa hindi, yang isinya seorang pejabat dipemerintahan menerima tamu seorang wanita asing dengan tujuan yang dicurigai, ah entahlah...kalaupun saya cek korannya saya gak akan ngerti karena bahasa hindi.
yang jelas malam itu saya dibawa ke pos dan diinterogasi beberapa jam, saya gak takutlah...kan saya gak salah, yang saya sesali cuma saya kasih nomer kontak kenalan saya yang orang indonesia menikah dengan indian itu, karena kemudian saya tau dia menyebarkan berita kalau saya ditangkap polisi dan dia terbawa2, oke deh saya salah kasih nomer dia, tapi saya gak tau kalau dia akan dapat masalah, lagian kan dia sendiri yang bilang kalau ada apa2 hubungi dia aja, kalau butuh bantuan apa2 hubungi dia aja, basa basi ya? makanya jangan suka basa basi, basi kan???setelah itu dia tidak menerima tiap kali saya telpn dia, itu berkali2, ya sudah lah...belum apa2 sudah ada yang benci ke saya, sshhhh....
karena kenalan yang rumahnya saya tempati itu kelihatan menjauhi saya, saya pamit dan menghubungi kenalan saya yang lain di south delhi, dia inilah yang saya sebut tuan saya, si Mr. Arora.
No comments:
Post a Comment