suatu siang adik saya yang nomer 2 yang saat itu masih kelas 1 SD mengambil uang saya 25 rupiah dari dalam tas sekolah saya, saya minta balik, tapi dia memang nakal, wajarlah namanya anak2, apalagi dia memang sangat aktif dan bandel, yang tidak wajar dan mengerikan adalah apa yang saya alami hari itu.
kami bertengkar hebat gara2 uang 25 rupiah itu, nyokap waktu itu saya ingat sedang kuliah, kebetulan dia melanjutkan kuliah setelah menikah dan punya anak2, sementara bokap masih kerja diperusahaan swasta.
agak lama kami bertengkar dan mulai saling memukul karena masalah uang 25 rupiah itu...sampai tiba2 adik saya merobek buku pelajaran dan buku tulis saya, mungkin maksudnya hanya mengambil tapi karena saya mempertahankan buku saya itu jadinya sobek, saya gak mau kalah ikut merobek buku dia, tapi dia kan laki2 dengan badan yang besar jauh diatas tinggi badan saya, jadi saya hanya berhasil merobek satu sampul bukunya, mungkin karena marah mulailah dia merobek semua buku tulis,buku cetak sekolah saya...sobekannya benar2 sampai buku itu gak bisa digunakan lagi, sobekannya jadi 3 atau 4 bagian terpisah. saya mulai ketakutan.
sore nya nyokap pulang dengan satu orang saudara saya yang sekarang telah meninggal dan seorang anaknya yang saat itu masih sma...saya ingat sekali kejadiannya, saya akan berusaha bercerita tanpa emosi dan akan berusaha objektif.
saya sangat yakin adik saya belum menjelek2an saya, belum mengadu atau membela diri, ketika nyokap melihat buku2 di lantai dalam keadaan sobek2, apa yang dia lakukan? dia tanya saya, saya bilang dengan jelas kalau buku saya di sobek adik saya, tapi belum selesai saya menjelaskan saya ditampar, dicubit, diinjak2, dijambak2 ya allah..kenapa saya dipukul? rasanya hari itu saya asli jadi bulan2annya, sekitar 30 menit saya diremas2 dengan penuh emosi, saudara saya sibuk memisahkan, setelah saya lemas tergeletak dilantai, saudara saya bilang, mungkin buku saya disobek adik saya,kenapa saya yang dipukul, dan nyokap tanya kesaya apa benar begitu? saya gak bisa jawab lagi, hari itu badan saya sangat sakit tapi hati saya lebih hancur...tapi malah adik saya yang menjelaskan kalau dia sobek buku2 saya semua karena saya merobek buku dia juga, walaupun hanya satu buku itu pun hanya sampul bukunya...lalu nyokap masuk kamar...saudara saya dan anak gadisnya menolong saya dengan mengganti baju saya yang compang camping karena disobek2 oleh nyokap, sambil terheran2 kenapa saya yang dipukuli sampai babak belur begitu?
beberapa hari saya tidak kesekolah karena badan saya biru2, rasanya badan saya remuk...ada yang tau gimana rasanya dipukuli tapi kita tidak bisa melawan atau sekedar menghindar?kalau berani sedikit menjauh untuk menghindari pukulannya, kita tau akan mendapat lebih banyak siksaan karena dianggap berani melawan...dan selama di hajarpun mulutnya terus memaki2 dalam bahasa aceh.
malamnya saya dengar dia bicara kalau dia gak bisa pukul adik saya, kalau di sedikit saja mukul adik saya, tangannya bengkak, atau dia terpeleset dari lantai di kamar mandi, atau hal2 seperti itu, saya gak tau apa masalah atau kondisi dia saat marah itu, tapi itu tetap gak wajarkan?
oh tuhan...tiba2 saya berpikir, apa mungkin dia gila???
kami bertengkar hebat gara2 uang 25 rupiah itu, nyokap waktu itu saya ingat sedang kuliah, kebetulan dia melanjutkan kuliah setelah menikah dan punya anak2, sementara bokap masih kerja diperusahaan swasta.
agak lama kami bertengkar dan mulai saling memukul karena masalah uang 25 rupiah itu...sampai tiba2 adik saya merobek buku pelajaran dan buku tulis saya, mungkin maksudnya hanya mengambil tapi karena saya mempertahankan buku saya itu jadinya sobek, saya gak mau kalah ikut merobek buku dia, tapi dia kan laki2 dengan badan yang besar jauh diatas tinggi badan saya, jadi saya hanya berhasil merobek satu sampul bukunya, mungkin karena marah mulailah dia merobek semua buku tulis,buku cetak sekolah saya...sobekannya benar2 sampai buku itu gak bisa digunakan lagi, sobekannya jadi 3 atau 4 bagian terpisah. saya mulai ketakutan.
sore nya nyokap pulang dengan satu orang saudara saya yang sekarang telah meninggal dan seorang anaknya yang saat itu masih sma...saya ingat sekali kejadiannya, saya akan berusaha bercerita tanpa emosi dan akan berusaha objektif.
saya sangat yakin adik saya belum menjelek2an saya, belum mengadu atau membela diri, ketika nyokap melihat buku2 di lantai dalam keadaan sobek2, apa yang dia lakukan? dia tanya saya, saya bilang dengan jelas kalau buku saya di sobek adik saya, tapi belum selesai saya menjelaskan saya ditampar, dicubit, diinjak2, dijambak2 ya allah..kenapa saya dipukul? rasanya hari itu saya asli jadi bulan2annya, sekitar 30 menit saya diremas2 dengan penuh emosi, saudara saya sibuk memisahkan, setelah saya lemas tergeletak dilantai, saudara saya bilang, mungkin buku saya disobek adik saya,kenapa saya yang dipukul, dan nyokap tanya kesaya apa benar begitu? saya gak bisa jawab lagi, hari itu badan saya sangat sakit tapi hati saya lebih hancur...tapi malah adik saya yang menjelaskan kalau dia sobek buku2 saya semua karena saya merobek buku dia juga, walaupun hanya satu buku itu pun hanya sampul bukunya...lalu nyokap masuk kamar...saudara saya dan anak gadisnya menolong saya dengan mengganti baju saya yang compang camping karena disobek2 oleh nyokap, sambil terheran2 kenapa saya yang dipukuli sampai babak belur begitu?
beberapa hari saya tidak kesekolah karena badan saya biru2, rasanya badan saya remuk...ada yang tau gimana rasanya dipukuli tapi kita tidak bisa melawan atau sekedar menghindar?kalau berani sedikit menjauh untuk menghindari pukulannya, kita tau akan mendapat lebih banyak siksaan karena dianggap berani melawan...dan selama di hajarpun mulutnya terus memaki2 dalam bahasa aceh.
malamnya saya dengar dia bicara kalau dia gak bisa pukul adik saya, kalau di sedikit saja mukul adik saya, tangannya bengkak, atau dia terpeleset dari lantai di kamar mandi, atau hal2 seperti itu, saya gak tau apa masalah atau kondisi dia saat marah itu, tapi itu tetap gak wajarkan?
oh tuhan...tiba2 saya berpikir, apa mungkin dia gila???
No comments:
Post a Comment