saya tiba di kochi sekitar jam 11 malam, kenalan saya sudah janji datang menjemput dengan istri dan seorang temannya, ternyata perjalanan dari airport ke homestay yang sudah saya booking sebelumnya lumayan jauh, mungkin hampir sejam, entah apa yang saya rasakan saat itu, saya datang keindia dengan visa turis tapi saya berencana untuk hidup disini, yaaa saya seperti pindah ke tempat baru tapi saya tidak punya bayangan tentang apa dan bagaimana tempat baru itu, modal saya hanya sedikit uang dan satu tas pakaian!
tengah malam saya tiba di penginapan muslim, saya di antar masuk ke kamar saya yang lumayan bagus dan harga terjangkau, oke...malam ini saya tidur dulu, lelah badan dan pikiran saya membawa saya langsung tidur pulas ditempat asing yang sangat jauh dari kampung halaman saya.
subuh pagi dihari pertama di india itu saya terbangun, saya keluar kamar dan semua masih gelap, sunyi...saya mencari pintu untuk turun kebawah, kebetulan kamar saya dilantai 3, saya yakin pemilik homestay atau pekerjanya pasti sudah bangunlah, kan mereka muslim. saya buka pintu yang saya temukan dengan meraba2 itu, tapi saya mendengar suara jeritan ketakutan seorang wanita.....oowhhh i am sorry, maam...ops, saya membuka kamar salah satu tamu, salah sendiri pintunya gak dikunci, ya gak? hehhehee
pemilik homestay mendengar teriakan itu dan dia buru2 naik keatas, saya jelaskan saya salah pintu, rencananya mau turun kebawah, saya agak lupa lagian kan gelap banget,hehehe
saya turun ke bawah dengan dia, di ruang tamu saya di temani ngobrol dengan secangkir teh dan makanan khas sarapan south india, ntah kenapa saya malah cerita tentang masalah saya, latar belakang sampai saya tiba di kochi, mungkin karena saya butuh teman, saya cuma orang asing di tempat ini.
sekitar jam 10 pagi saya coba jalan keluar untuk beli simcard baru dan aktifin paket blacberry, saya gak tau kalau untuk mengaktifkan nomer perdana diindia butuh seminggu untuk aktifasinya dan antar state masih roaming.
ketika saya balik ke penginapan ada seorang dari dubay sudah menunggu saya, dia seorang kenalan yang banyak membantu saya juga nantinya, tapi hari itu saya menolak ajakannya untuk jalan2 atau nonton, ahhhh saya gak ada waktu buat ngedate, sorry aja nih...!!!
siangnya keluarga suami saya yang telah menalak saya menghubungi pemilik homestay, mereka mau datang ke penginapan dengan kenalan yang menjemput saya semalam di airport.
jadilah saya bertemu keluarganya, kami beramah tamah sekitar satu jam kemudian mereka kembali setelah sebelumnya menawari saya bantuan, yang saya tolak dengan halus.
pemilik penginapan mengira saya sangat sedih karena baru ditalak, dia mencoba membantu saya, saya jadi merasa dia seperti teman, padahal kami baru kenal dan bertemu semalam. saya masuk kamar dan mereka menawari makanan, siapa yang selera makan? saya hanya butuh rencana selanjutnya apa yang akan saya lakukan.
jadi 2 hari di kochi saya hanya dikamar atau jalan keluar sebentar tanpa sempat melihat bendungan, atau wisata hutan di kochi yang terkenal itu. keesokan harinya saya ke airport untuk berangkat ke new delhi.
next time saya akan ke kochi lagi dan saat itu saya akan datang sebagai wisatawan, promise...oh ya pemilik homestay menolak pembayaran untuk kamar, makanan dan taxi dari penginapan ke airport di hari saya ke new delhi itu...hmmm, oke dia simpati kesaya, thanks deh
tengah malam saya tiba di penginapan muslim, saya di antar masuk ke kamar saya yang lumayan bagus dan harga terjangkau, oke...malam ini saya tidur dulu, lelah badan dan pikiran saya membawa saya langsung tidur pulas ditempat asing yang sangat jauh dari kampung halaman saya.
subuh pagi dihari pertama di india itu saya terbangun, saya keluar kamar dan semua masih gelap, sunyi...saya mencari pintu untuk turun kebawah, kebetulan kamar saya dilantai 3, saya yakin pemilik homestay atau pekerjanya pasti sudah bangunlah, kan mereka muslim. saya buka pintu yang saya temukan dengan meraba2 itu, tapi saya mendengar suara jeritan ketakutan seorang wanita.....oowhhh i am sorry, maam...ops, saya membuka kamar salah satu tamu, salah sendiri pintunya gak dikunci, ya gak? hehhehee
pemilik homestay mendengar teriakan itu dan dia buru2 naik keatas, saya jelaskan saya salah pintu, rencananya mau turun kebawah, saya agak lupa lagian kan gelap banget,hehehe
saya turun ke bawah dengan dia, di ruang tamu saya di temani ngobrol dengan secangkir teh dan makanan khas sarapan south india, ntah kenapa saya malah cerita tentang masalah saya, latar belakang sampai saya tiba di kochi, mungkin karena saya butuh teman, saya cuma orang asing di tempat ini.
sekitar jam 10 pagi saya coba jalan keluar untuk beli simcard baru dan aktifin paket blacberry, saya gak tau kalau untuk mengaktifkan nomer perdana diindia butuh seminggu untuk aktifasinya dan antar state masih roaming.
ketika saya balik ke penginapan ada seorang dari dubay sudah menunggu saya, dia seorang kenalan yang banyak membantu saya juga nantinya, tapi hari itu saya menolak ajakannya untuk jalan2 atau nonton, ahhhh saya gak ada waktu buat ngedate, sorry aja nih...!!!
siangnya keluarga suami saya yang telah menalak saya menghubungi pemilik homestay, mereka mau datang ke penginapan dengan kenalan yang menjemput saya semalam di airport.
jadilah saya bertemu keluarganya, kami beramah tamah sekitar satu jam kemudian mereka kembali setelah sebelumnya menawari saya bantuan, yang saya tolak dengan halus.
pemilik penginapan mengira saya sangat sedih karena baru ditalak, dia mencoba membantu saya, saya jadi merasa dia seperti teman, padahal kami baru kenal dan bertemu semalam. saya masuk kamar dan mereka menawari makanan, siapa yang selera makan? saya hanya butuh rencana selanjutnya apa yang akan saya lakukan.
jadi 2 hari di kochi saya hanya dikamar atau jalan keluar sebentar tanpa sempat melihat bendungan, atau wisata hutan di kochi yang terkenal itu. keesokan harinya saya ke airport untuk berangkat ke new delhi.
next time saya akan ke kochi lagi dan saat itu saya akan datang sebagai wisatawan, promise...oh ya pemilik homestay menolak pembayaran untuk kamar, makanan dan taxi dari penginapan ke airport di hari saya ke new delhi itu...hmmm, oke dia simpati kesaya, thanks deh
No comments:
Post a Comment