Wednesday, 26 February 2014

lanjutan proses cerai yaaa

sekitar september 2011 tengah malam, saat itu saya ingat sedang libur lebaran, jadi rumah sepi, hanya ada saya karena anak kos semua mudik buat berlebaran dengan  keluarga, tiba2 si skizofren menggedor2 jendela kamar saya dengan sangat keras, saya lari kekamar atas dilantai 2, dengan dugaan dia gak tahu, ternyata dia naik ke balkon dari sumur belakang n mencongkel jendela kamar atas itu,tiba2 dia teriak2...kebakaraannn...kebakaraannn...oh ya sebelumnya dia mematikan saklar atau meteran listrik pusat yang didepan rumah. saya telpn nyokap, responnya agak terlihat susah sihh..katanya coba telpn tetangga, ibu itu kawan nyokap juga...tapi saya telpn sepupu si skizofren yang bekerja di rsj banda aceh, beberapa hari sebelumnya saya ke rumahnya sekalian bertamu lebaran, saya minta nomer kontaknya karena saya yakin dalam beberapa hari saya butuh untuk menghubungi dia karena memang dalam beberapa hari itu sering diganggu.sekitar jam 2 pagi mereka datang dengan 2 mobil,terjadi pertengkaran, keluarganya berusaha bicara baik2 tapi sepertinya dia kumat atau sangat emosi...sepupunya pergi dan sekitar 30 menit kemudian datang lagi dengan beberapa orang yang lebih banyak, mereka parkir mobil agak jauh dari rumah, ternyata si skizofren melempar batu ke mobil dan ke keluarganya, terjadi perkelahian, keluarganya minta selendang atau tali untuk mengikat oarang gila,sekitar jam 4 pagi mereka berhasil mengikat dan membawanya ke rsj, banda aceh.

tanggal 14 september saya minta surat keterangan tentang kondisi dia dari direktur rsj itu, tujuan saya untuk memudahkan proses cerai, tapi kok berbelit2, untung ada saudara saya dosen pasca di unsyiah yang menjadi dosen pembimbing penulisan thesis atau disertasi direktur rsj itu, jadi cuma dengan telpn surat itu keluar, saya tinggal datang untuk mengambil surat sakti itu, tapi pas saya kesana surat itu sudah berpindah tangan ke keluarganya, ternyata ada anggota keluarganya yang datang lebih dahulu dan meminta surat keterangan itu, oh ya hampir semua sepupunya dojter yang bertugas di rsu pemerintah banda aceh, dokter anak, dokter anastesi, dokter mata, dokter tht, dokter bedah, dokter kulit, dokter jantung, dokter umum yang tugas di poli, tugas di bagian askes, dll.tapi yang di rsj itu pegawai biasa, bukan dokter. jadi dari siang saya datang untuk mengambil surat keterangan itu baru saya dapat setelah ashar, itu pun pas saya keluar dari ruang direktur rsj, sodaranya sudah ada diluar ruangan bersama psikiater yang membuat laporan tentang keadaannya, oh ya psikiater ini satu klinik prakter dokter dengan si skizofren, dengan basa basi beberapa menit saya pulang dengan surat keterangan yang menyatakan dia mempunya masalah mental dan beberapa istilah medisnya sudah ada ditangan saya.

jadi sewaktu tim pengacara saya yang berjumlah 5 orang itu memasukkan permohonan atau gugatan cerai kepengadilan agama disertakan surat keterangan dari rsj juga.

No comments:

Post a Comment