Friday, 28 February 2014

ditipu adik nyokap

tahun 2007, tante saya menawari saya agar mendaftar untuk pembagian rumah bantuan jacky chen beberapa km dari banda aceh, itu masuk kabupaten aceh besar, saya tanya gimana caranya? mulailah dia menjelaskan ke saya, kita cuma pelu membuat kk atau kartu keluarga di alamat aceh besar yang menyatakan kita korban tsunami, nanti kk itu pun  akan dibuatkan oleh kenalan mereka yang mereka panggil mak nong, bayar buat kk aja 300 rb, lainnya bakal diurus untuk proses mendapatkan rumah, mereka satu persatu mulai di wawancara BRR untuk mendapat kunci rumah dalam hitungan minggu. saya jelaskan kalau saya gak perlu minta bantuan kk, karena saya punya kk alamat desa kajhu aceh besar, dan abangnya mantan suami saya yg saat itu masih suami saya juga punya tanah 2 kapling yang akan dibangun perumahan btn, abang ipar saya itu masih bayar cicilannya bulanan, tapi developer pembangunan btn itu sudah kabur gara2 pembangunan terhenti karena tsunami. jadi kalau memang bisa dibantu untuk dapat rumah bantuan, gak perlu nembak atau membuat kk palsu, saya memang ada kk nya dan abang ipar saya memang punya rumah 2 kapling yang masih dalam proses pembangunan sebelum terkena tsunami itu, dan tante saya bilang, bagus kalau begitu kasih aja persyaratannya, kk,  surat keterangan dari kepala desa, dll nanti biar kenalannya yang mengurus kebetulan ada jatah beberapa rumah lagi nih, jadi harus cepat.

saya hubungi kakak ipar suami saya untuk bertanya apakah dia berminat, kakak itu bilang boleh kalau memang bisa ditolong, karena mereka memang punya tanah 2 kapling, pembangunan nya terbengkalai karena developernya kabur, jadi mereka juga korban tsunami, korban secara materi. saya mulai melengkapi surat2 yang diperlukan dan saya bawa ke tante saya, tapi dia kasih info, kalau rumah yang jatah beberapa lagi itu mulai diperebutkan beberapa orang, jadi mereka minta dana 4,5 juta per kk, jadi kami harus bayar 9 juta untuk 2 rumah bantuan, saya hubungi kakak ipar suami saya lagi apa bersedia, mereka oke2 aja, jadi saya sampaikan ke tante saya oke, eh sekarang berubah lagi jadi 6 juta per kk jadi total 12 jt, begitu beberapa kali kemudian tante saya bilang jadi 8 juta per kk dan total 16 jt, kira2 seminggu kemudian jadi 10 jt per kk dan 12 juta per kk, sebenarnya perasaan saya mulai curiga, ada yang gak beres nih, karena saya mulai terlihat ragu dan gak percaya tante saya bilang oke 8 juta per kk, karena suaminya alias om saya juga sudah bicara ke orang BRR, dia ngelobi kesana bolak balik, waktu saya bilang batal, gak usah aja karena kami gak punya uang, tante saya dan suaminya bilang kalau mereka jadi malu, karena mereka sudah maksa2, mereka bilang ini buat ponakannya, udah minta2 tolong, kalau gak ada cash 8 juta kan bisa cicil gak perlu sekaligus, akhirnya saya dan keluarga ipar saya itu setuju, baru sehari diminta 2 juta, 2 hari kemudian 2 juta, dalam hitungan hari mereka minta uang berkali2, sampai 8 juta. waktu minta uang itu mereka telpn dan harus ada hari itu juga atau paling telat besok pagi, jadi mereka makin mendesak2 gitu, kalau kita antar uang besoknya mereka bilang udah dibayar pakai uang orang lain dulu, gitu lah...walaupun perasaan gak enak tapi jadi diikuti terus maunya, kadang dihubungi saya karena ada data yang salah atau ada surat yang kurang, jadi persyaratan ditambah2 terus dalam hitungan minggu, pernah juga suami tante saya itu menelpon dan menawari kalau ada yang mau ada 3 rumah lagi nih bisa gak tawari juga ke mertua atau saudara suami saya, orang BRR itu nawarin ke om saya lebih dahulu padahal orang2 lain rebutan pengen rumah itu, dia selalu cerita seperti dia orang penting yang punya kenalan orang BRR, padahal om saya itu pengangguran. atau kalau dia menghubungi minta tambahan dana mereka bilang rumah udah dapat, sampai nomer rumah pun sudah ada, tinggal serahin kunci aja nih, sampai pernah mereka minta uang untuk pasang meteran listrik segala lohh...
setelah saya bayar uang mereka janji dalam sebulan, karena sekarang sudah mulai bagi2, kunci rumah jatah kita semua juga sudah ditangan mak nong yang orang BRR itu. mereka sudah cek kalau nama suami saya dan abang ipar saya ada tercantum sebagai penerima rumah bantuan itu.

setelah sebulan gak ada kabar, saya mulai kasak kusuk hubungin mereka, awal2 telpn saya masih diangkat, kadang dibilang ada masalah intern BRR, sebulan kemudian dibilang lagi pergantian masa jabatan, masa kerja dan kontrak BRR selesai jadi diambil alih pemda aceh besar, saya cek ke kantor BRR, ternyata semua yang di bilang itu bohong, saya telpn mak nong dan dia minta ketemu diluar kantor, kami ketemu di warung dekat situ, katanya kenapa hubungi orang BRR, nih bisa jatuh namanya dia, wahhhh makin gak jelas nih...
saya datang ke rumah tante saya itu, dan dia kabur dengan suaminya, saya datang ke rumah mak nong juga sama, mak nong bilang kalau mau lapor polisi tante saya juga kena, emangnya cuma dia sendiri yang nipu....wowww
setelah itu om saya ganti nomer hape, saya hubungi gak bisa, pas saya tau nomer barunya gak pernah diangkat kalau saya telpn dari nomer saya, tapi kalau saya hubungi dari nomer lain dia angkat, dengan segala alasan yang makin kacau dan berbelit2 atau dia coba menghindar, lain waktu kalau saya hubungi lagi di reject atau tidak pernah diangkat lagi. saya sms berisi caci maki dan segala sumpah serapah ke mereka tapi tidak ada balasan, setiap hari saya sms dengan makian yang kasar2, sampai suatu pagi mereka datang kerumah dan janji mau mengembalikan uang saya dalm 2 minggu, karena mereka malu saya kejar2 begitu, dimana harga diri nya sebagai ponakan orang terpandang (kebetulan saat itu oom nya mencalonkan diri jadi gubernur), apa kata orang sebanda aceh kalau sampai dengar saya menuduh om saya menipu, uang segitu gak ada apa2nya buat keluarga om saya, saya cuma bisa melongo, jadi dia akan balikin uang saya, masih banyak orang antri buat dapat rumah bantuan itu, malah ada yang datang langsung bawa uang 20 jt, tapi om saya menolak karena memikirkan saya, jadi kasih waktu 2 minggu dia akan bayar uang saya full.

sesuai janjinya yang akan mengembalikan uang saya dan uang ipar saya , jadi saya hubungi, sampai sekarang tidak ada respon, jadi buat apa dia datang pagi2 itu ya? kenapa gak kabur aja, pake pura2 datang mau balikin uangnya, ternyata belakangan saya tau dia coba cari korban baru, tapi orang itu menolak karena gak jelas...orang yang calon korban baru itu cerita kesaya, jadi mungkin rencananya kalau orang itu bayar uangnya akan di kasih ke saya
itu tante adalah adik nyokap saya, yang kami besar bersama2 loh...

ps: uang kakak ipar suami saya telah saya kembalikan dari uang saya sendiri, jadi tinggal saya gigit jari ketipu oleh saudara sendiri. oh tambahan lagi...nyokap nawari rumah yang saya tempati dulu untuk acara pernikahan anaknya tante saya yang rencananya mau pesta sekitar juni ini, gak malu!


No comments:

Post a Comment