sekitar pertengahan 96 saya berhubungan dengan dodi, seorang duda anak 2. dia pegawai di perusahaan cargo dan keluarganya punya usaha bus jurusan bandung ke palembang, kebetulan dia orang asli palembang.
jadi pas lagi hot2nya pacaran dengan dia saya selalu pulang siang dari kampus, ada atau gak ada jadwal kuliah gak peduli, pokoknya jam 1 an siang harus pulang, karena dodi datang ke kos dan kami keluar makan siang, kantornya dekat ke kos saya, tapi tiap makan berdebat, dia maunya makanan sunda, anti makanan padang yang jadi idola saya selama ini, katanya ngeri liat makanan padang yang warnanya kuning, merah berminyak2, gak sehat n pasti sangat berkolestrol, kalau makanan sunda segar, bening, hijau sayuran, pedasnya pas, banyak pilihan sayuran dan lauknya, lebih bervariasi, pokoknya makanan sunda is the best forever...jadi gara2 dialah saya jadi doyan makanan sunda, dulu2 nya bukan gak suka sih, tapi karena belum tau aja, kirain makanan sunda itu bening2, taunya enak banget, lotek, karedok, kikil, sayur asem, ayam bakar, ikan bakar dan sambel nya astagaaaaaa... pasti nangis deh kalau coba sesendok, jadi buat yang bilang makanan sunda itu manis2...salah besar, itu makanan jawa kali, kalau makanan sunda pedes bangeettt...
gara2 dikenalin makanan sunda itu, saya jadi doyan makanan sunda, tempat makan sunda di bandung saya coba satu2 dengan heny, waktu itu heny belum nikah. kami keliling warung sunda sekitar bandung dan subang juga kalau lagi ikut heny ke rumahnya yang di subang.
kesibukan dengan dodi ini, kalau siang dia selalu cerita soal anak bungsunya yang ikut dia, umurnya sekitar 5 tahun, kalau yang kecil ikut ibunya, trus anaknya minta jam dalmation, besoknya anaknya sakit demam panas batuk pilek, besok2 nya mantan istrinya telpn tanyain soal penjualan rumah yang jadi harta gono gini selama mereka menikah yang belum laku2 juga, sejak berpisah mereka balik ke rumah orangtua masing2, jadi rumah bersama mau dijual dan uangnya bagi 2 lah, atau istrinya telpn karena anak bungsunya mau imunisasi, atau persiapan anak sulungnya masuk tk, pokoknya remeh temeh soal rumah tangga dan urusan dengan mantan istri yang harus dipikirin sampe soal2 kecil.
tapi dasaran saya masih bodoh, perasaan udah serius kali hubungan kami, padahal baru hitungan bulan, sampai saya curhat ke ibu saudara saya tentang kemungkinan saya untuk menikah dengan dodi, padahal dodi juga belum pernah bilang mau melamar dan menikahi saya, hahahaha....ibu saya itu kebetulan juga lagi dibandung karena sedang menempuh S3 di UPI yang dulu namanya IKIP, dia seorang dosen di universitas negeri di banda aceh, ibu itu nasehatin kalau tidak mudah buat seorang gadis menikah dengan duda, apalagi duda cerai, bukan duda yang meninggal istrinya, dan ada anak pula, lagi pula orangtua saya tidak akan setuju pasti, sebagai anak gadis satu2 nya dikeluarga tentu orangtua saya mengharapkan saya menikah dengan laki2 yang belum pernah menikah sebelumnya dan tidak punya anak juga, lalu dia mencontohkan dirinya sendiri yang menikah dengan duda cerai yang telah mempunyai 6 anak, walaupun anaknya sudah dewasa dan tidak ikut mereka, tapi tetap ada masalah, jadi sebaiknya saya pikir2 lagi, ditimbang baik buruknya...
sekitar 6 bulanan sejak kenal dodi dan saya mulai kenal ke anak sulungnya juga, saya diajak ke rumahnya, rumah yang sudah kosong setahun terakhir sejak dia bercerai dan kembali ke rumah orangtuanya, kadang cuma datang bersih2 karena akan ada orang yang mau datang melihat untuk membeli rumah itu, tapi setelah kunjungan kesekian, ntah gimana ceritanya malam itu kami memutuskan untuk bermalam disitu karena dia ada kerjaan dan pagi2 ada orang yanga mau lihat rumahnya, malam itu dia mencoba mengajak berhubungan jauh, tentu saya gak mau, saya takut, tapi dia berusaha merayu dan mempengaruhi, hampir terjadi perkosaan malam itu, tapi saya marah dan menangis, jadi batallah....paginya saya pulang dengan angkot, dia gak nganterin, sialan...!!!
beberapa minggu dia telpn saya ke kos, atau ke rumah teman yang sering saya datangin didaerah bangreng, buah batu, tapi saya selalu menghindar untuk ketemu atau bicara dengan dia, walaupun hanya lewat telpn, eh dia malah curhat keteman saya yang dibuah batu itu, kenapa saya marah, kan wajar kalau dalam hubungan kita mau tau lebih jauh, beli mobil aja test drive kan?apalagi cari istri...hah????
tapi anehnya teman saya itu setuju loh, katanya bener tuh si Aa dodi, wkwkwkwkw...
jadi pas lagi hot2nya pacaran dengan dia saya selalu pulang siang dari kampus, ada atau gak ada jadwal kuliah gak peduli, pokoknya jam 1 an siang harus pulang, karena dodi datang ke kos dan kami keluar makan siang, kantornya dekat ke kos saya, tapi tiap makan berdebat, dia maunya makanan sunda, anti makanan padang yang jadi idola saya selama ini, katanya ngeri liat makanan padang yang warnanya kuning, merah berminyak2, gak sehat n pasti sangat berkolestrol, kalau makanan sunda segar, bening, hijau sayuran, pedasnya pas, banyak pilihan sayuran dan lauknya, lebih bervariasi, pokoknya makanan sunda is the best forever...jadi gara2 dialah saya jadi doyan makanan sunda, dulu2 nya bukan gak suka sih, tapi karena belum tau aja, kirain makanan sunda itu bening2, taunya enak banget, lotek, karedok, kikil, sayur asem, ayam bakar, ikan bakar dan sambel nya astagaaaaaa... pasti nangis deh kalau coba sesendok, jadi buat yang bilang makanan sunda itu manis2...salah besar, itu makanan jawa kali, kalau makanan sunda pedes bangeettt...
gara2 dikenalin makanan sunda itu, saya jadi doyan makanan sunda, tempat makan sunda di bandung saya coba satu2 dengan heny, waktu itu heny belum nikah. kami keliling warung sunda sekitar bandung dan subang juga kalau lagi ikut heny ke rumahnya yang di subang.
kesibukan dengan dodi ini, kalau siang dia selalu cerita soal anak bungsunya yang ikut dia, umurnya sekitar 5 tahun, kalau yang kecil ikut ibunya, trus anaknya minta jam dalmation, besoknya anaknya sakit demam panas batuk pilek, besok2 nya mantan istrinya telpn tanyain soal penjualan rumah yang jadi harta gono gini selama mereka menikah yang belum laku2 juga, sejak berpisah mereka balik ke rumah orangtua masing2, jadi rumah bersama mau dijual dan uangnya bagi 2 lah, atau istrinya telpn karena anak bungsunya mau imunisasi, atau persiapan anak sulungnya masuk tk, pokoknya remeh temeh soal rumah tangga dan urusan dengan mantan istri yang harus dipikirin sampe soal2 kecil.
tapi dasaran saya masih bodoh, perasaan udah serius kali hubungan kami, padahal baru hitungan bulan, sampai saya curhat ke ibu saudara saya tentang kemungkinan saya untuk menikah dengan dodi, padahal dodi juga belum pernah bilang mau melamar dan menikahi saya, hahahaha....ibu saya itu kebetulan juga lagi dibandung karena sedang menempuh S3 di UPI yang dulu namanya IKIP, dia seorang dosen di universitas negeri di banda aceh, ibu itu nasehatin kalau tidak mudah buat seorang gadis menikah dengan duda, apalagi duda cerai, bukan duda yang meninggal istrinya, dan ada anak pula, lagi pula orangtua saya tidak akan setuju pasti, sebagai anak gadis satu2 nya dikeluarga tentu orangtua saya mengharapkan saya menikah dengan laki2 yang belum pernah menikah sebelumnya dan tidak punya anak juga, lalu dia mencontohkan dirinya sendiri yang menikah dengan duda cerai yang telah mempunyai 6 anak, walaupun anaknya sudah dewasa dan tidak ikut mereka, tapi tetap ada masalah, jadi sebaiknya saya pikir2 lagi, ditimbang baik buruknya...
sekitar 6 bulanan sejak kenal dodi dan saya mulai kenal ke anak sulungnya juga, saya diajak ke rumahnya, rumah yang sudah kosong setahun terakhir sejak dia bercerai dan kembali ke rumah orangtuanya, kadang cuma datang bersih2 karena akan ada orang yang mau datang melihat untuk membeli rumah itu, tapi setelah kunjungan kesekian, ntah gimana ceritanya malam itu kami memutuskan untuk bermalam disitu karena dia ada kerjaan dan pagi2 ada orang yanga mau lihat rumahnya, malam itu dia mencoba mengajak berhubungan jauh, tentu saya gak mau, saya takut, tapi dia berusaha merayu dan mempengaruhi, hampir terjadi perkosaan malam itu, tapi saya marah dan menangis, jadi batallah....paginya saya pulang dengan angkot, dia gak nganterin, sialan...!!!
beberapa minggu dia telpn saya ke kos, atau ke rumah teman yang sering saya datangin didaerah bangreng, buah batu, tapi saya selalu menghindar untuk ketemu atau bicara dengan dia, walaupun hanya lewat telpn, eh dia malah curhat keteman saya yang dibuah batu itu, kenapa saya marah, kan wajar kalau dalam hubungan kita mau tau lebih jauh, beli mobil aja test drive kan?apalagi cari istri...hah????
tapi anehnya teman saya itu setuju loh, katanya bener tuh si Aa dodi, wkwkwkwkw...
No comments:
Post a Comment