nek nurrabi ini adalah nenek buyut saya, dia itu ibunya nenek saya yaitu nek non atau neneknya nyokap, tahun 50an dia dengan nek non dan 2 anak nya yang lajang terpaksa mengungsi dari kampungnya disamalanga karena rumahnya di bakar dan ada masalah2 lain juga, saat itu jaman pemberontakan atau apalah gitu, sebelum mengungsi mereka ditampung beberapa bulan di keluarga lain di samalanga, jadi mereka sudah seperti saudara walaupun mungkin memang ada hubungan darah sedikit namanya dikampung kecil, semua juga kalau di runut2 ada pertalian keluarganya, kemudian mereka mengungsi ke sumatera utara, ke daerah batubara, kisaran, sekitar 2 jam perjalanan dari medan. disana nek non nenek saya menikah dengan orang yang saya panggil datuk, lalu mereka pindah ke lhokseumawe, aceh utara. datuk saya ini guru, juga seniman di aceh, dia orang yang punya reputasi baik dan mengerti agama, ketika dia meninggal pun orang2 hanya mengenang kebaikan dia, kata nyokap dia sempat jadi kepala dinas pendidikan di aceh tengah.
2 saudara nek non yaitu kakek husein merantau ke thailand, menikah dan mempunya anak disana sampai sekarang, kalau kakek rahman bekerja di caltex, duri, riau dan menetap disana sampai dia meninggal beberapa tahun yang lalu.
nek nurrabi ini sangat ketat dalam kepercayaan dan kebiasaannya sehari2, dia mengajar anak2 se gang mengaji, masakannya juga spesifik hanya mau makanan tertentu, kegiatan sehari2nya hanya memasak dan mengaji, diselingi makan sirih dan pinang sepanjang hari....tapi anehnya dia selalu banyak uang, mungkin dikirim oleh anaknya yang di riau itu atau dikirim oleh anaknya yang dithailand ya...
kadang2 nek nurrabi ini juga tinggal di riau bertahun2, jadi pindah2 diriau atau dilhokseumawe, kalau lagi diriau dia memelihara ayam atau memasak juga. soal beternak ayam ini lucu, di kompleks caltex itu gak boleh pelihara unggas, mungkin gak higienis ya, kan tetangganya banyak bule2 gitu, mungkin aja mereka protes, tapi dasar nenek2 mana betah kalau gak ada kegiatan yang jadul, jadi dia tetap pelihara ayam dalam kandang yang kecil cuma sebesar kardus lah, kalau siang ayam2nya dilepas dan kandang ditutupi tikar, trus duduk lah nenek nurrabbi di atas tikar itu, jadi kalau ada mobil patroli lewat, aman kan?? hehehe... pokoknya nenek nurrabi ini gesit n banyak aktifitaslah, pernah juga dulu dia selalu ke sungai diluar kompleks untuk buang air besar karena gak bisa pakai wc duduk yang dirumah kakek rahman, tp suatu hari dia gak pulang sampai berjam2, keluarga sudah kuatir, tapi kemudian dia pulang dengan membawa daun obor seikat besar, dan itu dia lakukan berhari2, semua daun itu dijemur sampai kering, setelah beberapa hari dia ada kesibukan baru yaitu menganyam daun obor yang panjang2 itu menjadi sebuah tikar, hehehehee....
tahun 2000 nek nurrabi ini meninggal, akhir2 itu dia kena katarak, setelah operasi sehat sampai kemudian dia meninggal, tapi seingat saya dia gak pernah sakit, selalu sehat n banyak aktifitas.
kalau nek non ini nenek saya langsung, dia ibunya nyokap saya, dari yang saya ingat, dia selalu sakit2an, segala penyakit orang tua dia sudah pengalamanlah, jadi urusannya selalu ke rumah sakit dan apotik untuk beli obat, dan dia pantangan makan banyak jenis makanan.
kalau lagi di banda aceh pagi dia sarapan yang disiapin pembantu atau dia siapin sendiri, terus dia mulai nonton tv acara telenovela kegemarannya, dulu sekitar tahn 90an itu di sctv seharian telenovela dan ada beberapa yang jadi favorit nek non dan dia gak pernah tinggal mengikuti tiap hari, begitu satu telenovela selesai, sambung telenovela lain,tapi telenovela yang kedua ini kurang bagus, nah mulai lagi nek non sakit,,, haduhhh,,, sakit pinggang, sakit kaki dan dia mulai mengeluh2, sejam kemudian mulai lagi telenovela yang lain yang juga favorit nek non,ewhhhh...sakitnya sembuh, jadi dia konsen lagi nonton telenovela....selalu gitu, kalau nenek2 lain anti liat adegan ciuman atau adegan seronok, nek non sih asik2 aja...gak malu dia dengan besannya yaitu ibu nya bokap...nenek saya yang sebelah bokap itu kalau lagi di rumah betahnya dikamar aja, kalau diajak nonton tv diruang depan dia nolak, katanya malas, adegannya orang cium2an aja,gak sanggup lihat tapi nek non cuek aja nonton seharian, tapi pas jam shalat tetap shalat sih, hehehehe
kalau lagi di rumah di banda aceh nek non gak betah, sehari minta dirumah anaknya yang lain, gak lama minta pulang ke lhokseumawe, gak lama telpn lagi minta dijemput ke banda aceh, terus gitu...pokoknya pas tua dia agak ngeyel dan manja, pernah keceplos saya bilang pikun, ehhh marah dia..gak mau bicara beberapa hari.
biar udah tua kalau dandan masih menor, lipstiknya merah banget, tu lipstik dari arab yang warnanya ijo tapi kalau dipoles ke bibir jadi merah, terus bedaknya putih, bedak batu.
tapi nenek saya ini cantik waktu mudanya, kulitnya putih banget, mungkin dia idola waktu gadisnya tuh...
dia meninggal tahun 2003, waktu meninggal mayatnya cantik dan bersih.
2 saudara nek non yaitu kakek husein merantau ke thailand, menikah dan mempunya anak disana sampai sekarang, kalau kakek rahman bekerja di caltex, duri, riau dan menetap disana sampai dia meninggal beberapa tahun yang lalu.
nek nurrabi ini sangat ketat dalam kepercayaan dan kebiasaannya sehari2, dia mengajar anak2 se gang mengaji, masakannya juga spesifik hanya mau makanan tertentu, kegiatan sehari2nya hanya memasak dan mengaji, diselingi makan sirih dan pinang sepanjang hari....tapi anehnya dia selalu banyak uang, mungkin dikirim oleh anaknya yang di riau itu atau dikirim oleh anaknya yang dithailand ya...
kadang2 nek nurrabi ini juga tinggal di riau bertahun2, jadi pindah2 diriau atau dilhokseumawe, kalau lagi diriau dia memelihara ayam atau memasak juga. soal beternak ayam ini lucu, di kompleks caltex itu gak boleh pelihara unggas, mungkin gak higienis ya, kan tetangganya banyak bule2 gitu, mungkin aja mereka protes, tapi dasar nenek2 mana betah kalau gak ada kegiatan yang jadul, jadi dia tetap pelihara ayam dalam kandang yang kecil cuma sebesar kardus lah, kalau siang ayam2nya dilepas dan kandang ditutupi tikar, trus duduk lah nenek nurrabbi di atas tikar itu, jadi kalau ada mobil patroli lewat, aman kan?? hehehe... pokoknya nenek nurrabi ini gesit n banyak aktifitaslah, pernah juga dulu dia selalu ke sungai diluar kompleks untuk buang air besar karena gak bisa pakai wc duduk yang dirumah kakek rahman, tp suatu hari dia gak pulang sampai berjam2, keluarga sudah kuatir, tapi kemudian dia pulang dengan membawa daun obor seikat besar, dan itu dia lakukan berhari2, semua daun itu dijemur sampai kering, setelah beberapa hari dia ada kesibukan baru yaitu menganyam daun obor yang panjang2 itu menjadi sebuah tikar, hehehehee....
tahun 2000 nek nurrabi ini meninggal, akhir2 itu dia kena katarak, setelah operasi sehat sampai kemudian dia meninggal, tapi seingat saya dia gak pernah sakit, selalu sehat n banyak aktifitas.
kalau nek non ini nenek saya langsung, dia ibunya nyokap saya, dari yang saya ingat, dia selalu sakit2an, segala penyakit orang tua dia sudah pengalamanlah, jadi urusannya selalu ke rumah sakit dan apotik untuk beli obat, dan dia pantangan makan banyak jenis makanan.
kalau lagi di banda aceh pagi dia sarapan yang disiapin pembantu atau dia siapin sendiri, terus dia mulai nonton tv acara telenovela kegemarannya, dulu sekitar tahn 90an itu di sctv seharian telenovela dan ada beberapa yang jadi favorit nek non dan dia gak pernah tinggal mengikuti tiap hari, begitu satu telenovela selesai, sambung telenovela lain,tapi telenovela yang kedua ini kurang bagus, nah mulai lagi nek non sakit,,, haduhhh,,, sakit pinggang, sakit kaki dan dia mulai mengeluh2, sejam kemudian mulai lagi telenovela yang lain yang juga favorit nek non,ewhhhh...sakitnya sembuh, jadi dia konsen lagi nonton telenovela....selalu gitu, kalau nenek2 lain anti liat adegan ciuman atau adegan seronok, nek non sih asik2 aja...gak malu dia dengan besannya yaitu ibu nya bokap...nenek saya yang sebelah bokap itu kalau lagi di rumah betahnya dikamar aja, kalau diajak nonton tv diruang depan dia nolak, katanya malas, adegannya orang cium2an aja,gak sanggup lihat tapi nek non cuek aja nonton seharian, tapi pas jam shalat tetap shalat sih, hehehehe
kalau lagi di rumah di banda aceh nek non gak betah, sehari minta dirumah anaknya yang lain, gak lama minta pulang ke lhokseumawe, gak lama telpn lagi minta dijemput ke banda aceh, terus gitu...pokoknya pas tua dia agak ngeyel dan manja, pernah keceplos saya bilang pikun, ehhh marah dia..gak mau bicara beberapa hari.
biar udah tua kalau dandan masih menor, lipstiknya merah banget, tu lipstik dari arab yang warnanya ijo tapi kalau dipoles ke bibir jadi merah, terus bedaknya putih, bedak batu.
tapi nenek saya ini cantik waktu mudanya, kulitnya putih banget, mungkin dia idola waktu gadisnya tuh...
dia meninggal tahun 2003, waktu meninggal mayatnya cantik dan bersih.
No comments:
Post a Comment