dari umur 10 tahunan sampai 15tahunan beberapa kali saya berencana kabur, pergi jauh dari keluarga, saya cuma kumpulin uang receh2, sampai terkumpul beberapa ribu, tapi itu untuk tiket ke luar kota pun gak cukup, kadang saya berencana mencuri emas atau apapun barang berharga yang bisa dijual untuk kabur, tapi saya takut.
itu terjadi berkali2 terutama setelah saya dihajar tanpa kesalahan yang jelas atau cuma karena kesalahan kecil, beberapa kali saya dianiaya, sampai berdarah dan biru2 di badan saya, kadang saya gak tau apa salah saya, cuma karena tidak membantu didapur, atau karena saya melakukan suatu kerjaan yang disuruh dengan malas2an, itu saya bisa ditampar, dijambak dan dicubitin sampai dia puas, saya rasa memang dia gila, jadi harus dimaklumi, karena saya yakin tidak ada orang tua segitu kejam dan bengisnya keanak, banyak ibu yang bertindak jahat atau tega, tapi biasanya mereka melakukan itu karena terpaksa, kalau nyokap saya rasa begitu karena gila.
kadang saya telat bangun pagi, langsung dihajar karena belum cuci piring, pernah dulu saya di hajar sampai piring2 yang sedang saya cuci pecah, dan itu makin membuat dia marah dan ada alasan untuk tambah menghajar saya, karena tidak tahan dengan pukulan2nya saya lari, hanya dengan pakaian basah dan sobek2 itu saya lari, dan dia berteriak2 memanggil saya, saya ketakutan, saya tidak pegang uang, baju yang saya pakai pun tidak layak, tiba2 ada seorang mengajak saya pulang, bapak itu tetangga juga, sesampai saya dirumah saya makin dhajar dengan sapu lidi sampai ujung2 sapu lidi patah2 dan menempel dikulit saya, rasanya sangat mengerikan, kemana saya harus mengadu, kalau saya lapor ke bokappun, dia ikut menghajar saya, beberapa kali saya ditampar dengan sekuat tenaga, tenaga laki2 menampar saya yang saat itu masih kecil, rasanya badan terpental, telinga berdengung, darah keluar dari bibir saya, rasanya asin!
saya tidak pernah mengadu atau minta tolong keorang lain, malah saya menutupi, saya takut dan malu kalau harus bercerita tentang penyiksaan yang saya alami, makanya beberapa kali saya berencana kabur karena saya benar2 tidak sanggup menghadapi siksaannya, lari dari rumah walaupun selalu batal, sampai nenek saya melihat sendiri bagaimana saya dihajar, dipukul, dijambak dan dicubit, nenek saya menasehati nyokap, tapi mana mempan...tante saya, adik nyokap juga bercerita kalau saya memang dipukul dari masih bayi, dicubit kalau dia kesal, tapi saya rasa walupun saya tutupi, banyak orang yang tau, saudara2 atau teman kecil saya tau, mereka bilang jangan2 saya cuma anak tiri.
sampai remaja keinginan untuk lari dari rumah tidak pernah berubah, itu termasuk cita2 saya untuk pergi jauh dari rumah dan memutuskan semua hubungan dengan keluarga itu, senangnya ketika saya kuliah di bandung tahun 93, rasanya saya merdeka, saya rela gak makan atau gak punya uang sama sekali, waktu di rumah pun dulu sering lapar karena tidak ada makanan sama sekali, saya rela jadi gelandangan asal bisa jauh dan lepas dari mereka.
tamat kuliah pun saya tidak mau pulang keaceh, saya tidak bisa membayangkan tinggal serumah dengan monster2 itu, walaupun saat itu mereka tidak pernah menyiksa saya lagi, tapi dendam saya semakin besar ke nyokap apalagi ketika saya tau rahim saya rusak akibat penyiksaan dimasa kecil, saya dendam!
tapi setelah menikah saya terpaksa ikut suami dan tinggal sekota dengan orangtua yang sangat saya benci itu, hanya satu atau dua tahun setelah menikah saya kembali bermusuhan dan tidak berhubungan dengan mereka, kira2 sejak kasus wisma yang saya di tuduh tidak jujur dan menggelapkan uang wisma sekitar 2006 sampai 20012, saya tidak pernah berbicara dengan mereka, hanya bertemu 2 x waktu suami ibu cut meninggal di darussalam dan waktu mertua saya meninggal. mereka berusaha menunjukkan ke orang2 kalau kami tidak ada masalah apa2, dia mencoba bicara kesaya supaya terlihaat wajar, begitulah dia, asal orang beranggapan semua baik2 saja, cukup, mau ada masalah sebodo amat. sama seperti waktu adik saya mau menikah, dia mencoba menelpn saya supaya datang, dia berusaha agar saya datang ke acara pesta mereka, katanya malu kalau dilihat orang tapi saya tidak hadir, tapi saya tetap tidak datang, setelah itu mereka tidak pernah menghubungi saya lagi, karena kan gak ada moment spesial yang mengharuskan saya hadir dan bertemu banyak relasinya kan?
tante saya disuruh jadi perwakilan untuk bicara ke saya supaya saya datang kerumahnya, katanya datang aja seperti tidak ada apa2, biasa2 aja, saya gak perlu minta maaf kok, hah???? helloooo... saya minta maaf? dalam kasus apa ya? lucuuu deh...!
tahun 2011 saya juga mencoba kabur dari aceh, bukan cuma ingin pergi jauh dari keluarga, tapi juga ingin lari dari suami saya yang saat itu kami belum bercerai,saya ke kualalumpur, tapi masalah kerjaan, visa, si datuk bos di tempat saya bekerja membuat saya harus balik ke aceh, rasanya makin hopeless, tanpa persiapan uang dan planning, umurpun makin bertambah, kemana saya bisa kabur? kemana saya harus pergi? saya tidak mau terperangkap samapi mati diaceh...
saya share dengan anak kos untuk pergi dari aceh, tapi tentu saja saya tidak menceritakan secara detil dan komplit tentang masalah2 saya, sekali lagi... saya malu!
jadi 2012 saya mantap kabur untuk hidup jauh dari orang2 jahat yang benci ke saya, yesss saya di india sekarang.saya hanya telat 25 tahun untuk kabur.
itu terjadi berkali2 terutama setelah saya dihajar tanpa kesalahan yang jelas atau cuma karena kesalahan kecil, beberapa kali saya dianiaya, sampai berdarah dan biru2 di badan saya, kadang saya gak tau apa salah saya, cuma karena tidak membantu didapur, atau karena saya melakukan suatu kerjaan yang disuruh dengan malas2an, itu saya bisa ditampar, dijambak dan dicubitin sampai dia puas, saya rasa memang dia gila, jadi harus dimaklumi, karena saya yakin tidak ada orang tua segitu kejam dan bengisnya keanak, banyak ibu yang bertindak jahat atau tega, tapi biasanya mereka melakukan itu karena terpaksa, kalau nyokap saya rasa begitu karena gila.
kadang saya telat bangun pagi, langsung dihajar karena belum cuci piring, pernah dulu saya di hajar sampai piring2 yang sedang saya cuci pecah, dan itu makin membuat dia marah dan ada alasan untuk tambah menghajar saya, karena tidak tahan dengan pukulan2nya saya lari, hanya dengan pakaian basah dan sobek2 itu saya lari, dan dia berteriak2 memanggil saya, saya ketakutan, saya tidak pegang uang, baju yang saya pakai pun tidak layak, tiba2 ada seorang mengajak saya pulang, bapak itu tetangga juga, sesampai saya dirumah saya makin dhajar dengan sapu lidi sampai ujung2 sapu lidi patah2 dan menempel dikulit saya, rasanya sangat mengerikan, kemana saya harus mengadu, kalau saya lapor ke bokappun, dia ikut menghajar saya, beberapa kali saya ditampar dengan sekuat tenaga, tenaga laki2 menampar saya yang saat itu masih kecil, rasanya badan terpental, telinga berdengung, darah keluar dari bibir saya, rasanya asin!
saya tidak pernah mengadu atau minta tolong keorang lain, malah saya menutupi, saya takut dan malu kalau harus bercerita tentang penyiksaan yang saya alami, makanya beberapa kali saya berencana kabur karena saya benar2 tidak sanggup menghadapi siksaannya, lari dari rumah walaupun selalu batal, sampai nenek saya melihat sendiri bagaimana saya dihajar, dipukul, dijambak dan dicubit, nenek saya menasehati nyokap, tapi mana mempan...tante saya, adik nyokap juga bercerita kalau saya memang dipukul dari masih bayi, dicubit kalau dia kesal, tapi saya rasa walupun saya tutupi, banyak orang yang tau, saudara2 atau teman kecil saya tau, mereka bilang jangan2 saya cuma anak tiri.
sampai remaja keinginan untuk lari dari rumah tidak pernah berubah, itu termasuk cita2 saya untuk pergi jauh dari rumah dan memutuskan semua hubungan dengan keluarga itu, senangnya ketika saya kuliah di bandung tahun 93, rasanya saya merdeka, saya rela gak makan atau gak punya uang sama sekali, waktu di rumah pun dulu sering lapar karena tidak ada makanan sama sekali, saya rela jadi gelandangan asal bisa jauh dan lepas dari mereka.
tamat kuliah pun saya tidak mau pulang keaceh, saya tidak bisa membayangkan tinggal serumah dengan monster2 itu, walaupun saat itu mereka tidak pernah menyiksa saya lagi, tapi dendam saya semakin besar ke nyokap apalagi ketika saya tau rahim saya rusak akibat penyiksaan dimasa kecil, saya dendam!
tapi setelah menikah saya terpaksa ikut suami dan tinggal sekota dengan orangtua yang sangat saya benci itu, hanya satu atau dua tahun setelah menikah saya kembali bermusuhan dan tidak berhubungan dengan mereka, kira2 sejak kasus wisma yang saya di tuduh tidak jujur dan menggelapkan uang wisma sekitar 2006 sampai 20012, saya tidak pernah berbicara dengan mereka, hanya bertemu 2 x waktu suami ibu cut meninggal di darussalam dan waktu mertua saya meninggal. mereka berusaha menunjukkan ke orang2 kalau kami tidak ada masalah apa2, dia mencoba bicara kesaya supaya terlihaat wajar, begitulah dia, asal orang beranggapan semua baik2 saja, cukup, mau ada masalah sebodo amat. sama seperti waktu adik saya mau menikah, dia mencoba menelpn saya supaya datang, dia berusaha agar saya datang ke acara pesta mereka, katanya malu kalau dilihat orang tapi saya tidak hadir, tapi saya tetap tidak datang, setelah itu mereka tidak pernah menghubungi saya lagi, karena kan gak ada moment spesial yang mengharuskan saya hadir dan bertemu banyak relasinya kan?
tante saya disuruh jadi perwakilan untuk bicara ke saya supaya saya datang kerumahnya, katanya datang aja seperti tidak ada apa2, biasa2 aja, saya gak perlu minta maaf kok, hah???? helloooo... saya minta maaf? dalam kasus apa ya? lucuuu deh...!
tahun 2011 saya juga mencoba kabur dari aceh, bukan cuma ingin pergi jauh dari keluarga, tapi juga ingin lari dari suami saya yang saat itu kami belum bercerai,saya ke kualalumpur, tapi masalah kerjaan, visa, si datuk bos di tempat saya bekerja membuat saya harus balik ke aceh, rasanya makin hopeless, tanpa persiapan uang dan planning, umurpun makin bertambah, kemana saya bisa kabur? kemana saya harus pergi? saya tidak mau terperangkap samapi mati diaceh...
saya share dengan anak kos untuk pergi dari aceh, tapi tentu saja saya tidak menceritakan secara detil dan komplit tentang masalah2 saya, sekali lagi... saya malu!
jadi 2012 saya mantap kabur untuk hidup jauh dari orang2 jahat yang benci ke saya, yesss saya di india sekarang.saya hanya telat 25 tahun untuk kabur.
No comments:
Post a Comment