ternyata acara kitchen community itu ada hubungannya dengan hari perempuan hari ini, jadi beberapa product rumah tangga yang kebanyakan peralatan dapur mengadakan event dari pagi tadi, ada beberapa product2 dapur yang distribusi ke beberapa state india dipegang oleh adiknya tuan saya nih, jadi tadi acaranya di tokonya.
makanan2 yang katanya melimpah dari siang sudah habis waktu kami datang malamnya, yang banyak cuma sisa2 makanan dan piring2 sekali pakai yang berserakan, lagian keliatannya gak ada yang spesial lah...
saya malah tertariknya dengan beberapa alat dapur, seperti kompor listrik, pressure cooker, pan buat bikin parantha, sebenarnya saya juga pengan beli microwave, tapi tar lah, sekarang banyak kebutuhan.
sebenarnya international women's day buat apa?
saya gak suka juga kalau gak jelas, apalagi kalau urusannya mengangkat derajat perempuan, emansipasi wanita, hari spesial buat perempuan dan apalah itu...hari kartini aja saya gak suka, kenapa kita harus memperingati hari kartini, siapa bilang dia berjuang untuk emansipasi wanita? dia tidak bisa melanjutkan sekolah karena akan dinikahi bupati rembang jadi istri kedua, jadi selama dipingit dia hanya berkorespondensi dengan kenalannya di denhag...saat dia meninggal setelah melahirkan, surat2 dia itu dkumpulin menjadi buku yang berjudul habis gelap terbitlah terang, banyak pendapat kalau isi suratnya sudah di revisi dan mengalami perombakan alias gak asli...jadi saya gak lihat hebatnya pandangan2 dia dalam suratnya ke temannya yang orang belanda itu, tapi dia bisa bikin sekolah perempuan pertama karena dia orang kaya, istri kedua bupati, ayahnya pun orang terpandang, makanya dia punya teman orang belanda yang di denhag itu, lagian kalau dimasa penjajahan belanda kita berteman dengan belanda, kira2 aja posisi kita ya...
tapi saya setuju kalau international women's day menjadi ajang perempuan berprestasi dibidang masing2, profesi atau apapun bentuknya, saya gak tau apa ada hubungannya international women's day dan kitchen community beberapa hari yang lalu itu, jadi dihari perempuan, para perempuan ini dimanjakan dengan interior dapur yang canggih dan bagus2, tapi kan mahal ya....
atau mungkin juga hari itu ibu2 gak perlu masak, jadi keluarganya makan siang di bazar itu....
saya gak tau...
makanan2 yang katanya melimpah dari siang sudah habis waktu kami datang malamnya, yang banyak cuma sisa2 makanan dan piring2 sekali pakai yang berserakan, lagian keliatannya gak ada yang spesial lah...
saya malah tertariknya dengan beberapa alat dapur, seperti kompor listrik, pressure cooker, pan buat bikin parantha, sebenarnya saya juga pengan beli microwave, tapi tar lah, sekarang banyak kebutuhan.
sebenarnya international women's day buat apa?
saya gak suka juga kalau gak jelas, apalagi kalau urusannya mengangkat derajat perempuan, emansipasi wanita, hari spesial buat perempuan dan apalah itu...hari kartini aja saya gak suka, kenapa kita harus memperingati hari kartini, siapa bilang dia berjuang untuk emansipasi wanita? dia tidak bisa melanjutkan sekolah karena akan dinikahi bupati rembang jadi istri kedua, jadi selama dipingit dia hanya berkorespondensi dengan kenalannya di denhag...saat dia meninggal setelah melahirkan, surat2 dia itu dkumpulin menjadi buku yang berjudul habis gelap terbitlah terang, banyak pendapat kalau isi suratnya sudah di revisi dan mengalami perombakan alias gak asli...jadi saya gak lihat hebatnya pandangan2 dia dalam suratnya ke temannya yang orang belanda itu, tapi dia bisa bikin sekolah perempuan pertama karena dia orang kaya, istri kedua bupati, ayahnya pun orang terpandang, makanya dia punya teman orang belanda yang di denhag itu, lagian kalau dimasa penjajahan belanda kita berteman dengan belanda, kira2 aja posisi kita ya...
tapi saya setuju kalau international women's day menjadi ajang perempuan berprestasi dibidang masing2, profesi atau apapun bentuknya, saya gak tau apa ada hubungannya international women's day dan kitchen community beberapa hari yang lalu itu, jadi dihari perempuan, para perempuan ini dimanjakan dengan interior dapur yang canggih dan bagus2, tapi kan mahal ya....
atau mungkin juga hari itu ibu2 gak perlu masak, jadi keluarganya makan siang di bazar itu....
saya gak tau...
No comments:
Post a Comment