dari kecil saya biasa makan nasi lengkap untuk sarapan, lunch dan dinner, kadang untuk sarapan saya makan nasi goreng dengan telor, atau bubur kacang hijau dengan roti tawar dan susu atau nasi putih lengkap dengan ikan balado atau telor balado sisa semalam. untuk makan siang juga nasi komplit dengan ikan balado yang cabenya banyak dan berminyak2, makan malam juga sama, cuma kadang2 saya beli di warung padang, rendang, kepala ikan kakap, ikan bakar atau ayam gulai.
dikeluarga saya terbiasa makan begitu, sehari 3x makan nasi dengan ikan atau udang balado dan tambahan sayur2, bisa pecal, sop atau apa saja yang biasa dikampung.
sejak beberapa tahun lalu saya tidak terlalu terikat dengan nasi, kadang saya makan nasi beberapa hari sekali, tapi tetap udang dan ikan teri menu utama, saya terbiasa makan makanan yang digoreng dengan tambahan cabe atau digoreng tepung ala tempura. tambahan lagi saya penggemar pete dan jengkol di balado juga.
ketika saya tinggal dengan tuan, dia heran kenapa saya selalu makan makanan yang berminyak2, itu kan gak sehat, mengganggu jantung bla bla bla...dia heran waktu saya cerita kalau kebiasaan makan keluarga saya memang begitu dan saya gak pernah dengar ada anggoa keluarga saya kena serangan jantung tuh...!!!
karena kebiasaan makan saya yang buruk, saya sering digodain, katanya prinsip saya junk food is good and oil is paradise, hehhee....sementara dia mengutamakan kesehatan, prinsipnya liquid food.
pagi2 dia minum susu dengan bagelan atau roti tawar, dan tiap jam dia bikin susu murni yang tanpa tambahan gula, susunya juga yang plain, bukan full cream, enak juga sihh...segar. tiap pagi ada tukang susu yang antar ke rumah 2 liter susu murni, jadi itu makanannya sehari2, cuma ditambah biskuit, roti tawar di bakar dengan sedikit butter atau cake rusk. kadang kalau malam dia minta dibuatkan turmeric, itu cuma tumisan bawang dengan besan, yogurt dan masala ditambah kunyit bubuk dan cabe bubuk, udah gitu aja...mirip bubur karena agak mengental, kan di kasih yogurt...sekarang saya improvisasi dikit, kadang saya kasih tomat, kentang atau green peas, jadi mirip sop kentallah...itu aja makan malamnya, itupun sesekali....saya belum tau sampai sekarang, itu kebiasaan makan sebagian orang india atau cuma dia yang begitu, secara dia memang super pelit.
jadi karena beda kebiasaan makan kami, saya siapin makan buat saya sendiri aja, tiap hari saya masak kari kentang, telor, terong, nangka atau ikan, seminggu sekali saya beli ayam, ikan atau udang untuk persedian seminggu. tapi belum seminggu habis, jadi saya mulai terbiasa makan ala si tuan, kari sayuran dengan nasi putih saja, tapi syukurnya buah2an selalu ada, pisang, sawo, pepaya, jeruk, melon, yaaa tergantung musim, disini gak bisa kayak diaceh, buah2an musim sepanjang tahun, sebagai negara tropis kan cuaca sama aja sepanjang tahun kan?
kalau disini mangga cuma ketemu pas summer, dengan melon, semangka dan anggur, kalau winter biasa banyak jeruk dan apel.
tuan selalu bilang saya untuk mengubah kebiasaan makan, karena itu yang bikin saya gemuk, jadi sebaiknya makan secukupnya, kari2 dengan naan, parantha, caphatty, roti atau roti gandum saa, makan nasi sesekali aja, ohhhhhh nooooooo... saya mau makan nasi sehari sekali, tapi dengan ikan atau ayam atau udang tumis atau balado, itu harus!
liquid food no way...:)
seminggu 2 atau 3 kali kami keluar, belanja bulanan, bayar ini itu, urusan sewa flat dll, kadang kadang kami jemput anak tuan dan dia ikut kami jalan2 sampai jam 10 malam, kalau belanja mingguan ke traditional market dan supermarket, belanjaan dibagi dua, untuk dia dan untuk saya.
kami makan malam di punjab standard dishes, kami yang saya maksud disini itu adalah saya dan anak si tuan, tuan jaga2 aja, gak makan.
setelah jam 10 malam kami antar anaknya pulang, kami lanjut ke nizamuddin untuk makan nasi dengan aya, sapi atau ikan, yesss ini baru makan beneran, alias nonveg.
kalau gak ke nizamuddin pun saya biasa dibelikan jajanan sepanjang jalan, dari snack2 seperti momos, cholle kulche, cholle bature, lassy, atau yang agak berat seperti choumen, biryani atau parantha special.
disepanjang jalan banyak street food dengan gerobak2 seadanyanya yang nyaris mengenaskan, gelap, kotor dan bau mereka jualan segala makanan, north indian, south indian, mughlai atau nepaly, anehnya semua penuh denga orang natri mau makan, dan parkiran mobil sepanjang jalannya, jadi mereka makan di dalam mobil atau santai di depan mobil sambil makan jajanan itu.
saya hampir yakin, kalau orang higienis dan gelian gak akan mau coba makan disana, dari tempat, kondisi gerobak, bau dan penjual yang jorok2 pasti bikin ilfill duluan, tapi saya karena sudah biasa jadi santai aja, apalagi tuan dengan penuh perhatian pesan ini itu, bolak balik ke mobil tanya apa saya mau coba ini, mau coba itu, dan dia balik ke corner yang jualan masih harus antri lagi, pas makanan siap, dia bawa ke mobil dengan bangga, seperti dia bawa makanan spesial buat saya, sungguh...... saya akan selalu menghargai dia karena ketulusannya.
tapi maaf aja nih, saya masih mau makan yang komplit buat sehari2, nasi, ikan atau ayam atau udang dan sayur2an yang komplit.
dikeluarga saya terbiasa makan begitu, sehari 3x makan nasi dengan ikan atau udang balado dan tambahan sayur2, bisa pecal, sop atau apa saja yang biasa dikampung.
sejak beberapa tahun lalu saya tidak terlalu terikat dengan nasi, kadang saya makan nasi beberapa hari sekali, tapi tetap udang dan ikan teri menu utama, saya terbiasa makan makanan yang digoreng dengan tambahan cabe atau digoreng tepung ala tempura. tambahan lagi saya penggemar pete dan jengkol di balado juga.
ketika saya tinggal dengan tuan, dia heran kenapa saya selalu makan makanan yang berminyak2, itu kan gak sehat, mengganggu jantung bla bla bla...dia heran waktu saya cerita kalau kebiasaan makan keluarga saya memang begitu dan saya gak pernah dengar ada anggoa keluarga saya kena serangan jantung tuh...!!!
karena kebiasaan makan saya yang buruk, saya sering digodain, katanya prinsip saya junk food is good and oil is paradise, hehhee....sementara dia mengutamakan kesehatan, prinsipnya liquid food.
pagi2 dia minum susu dengan bagelan atau roti tawar, dan tiap jam dia bikin susu murni yang tanpa tambahan gula, susunya juga yang plain, bukan full cream, enak juga sihh...segar. tiap pagi ada tukang susu yang antar ke rumah 2 liter susu murni, jadi itu makanannya sehari2, cuma ditambah biskuit, roti tawar di bakar dengan sedikit butter atau cake rusk. kadang kalau malam dia minta dibuatkan turmeric, itu cuma tumisan bawang dengan besan, yogurt dan masala ditambah kunyit bubuk dan cabe bubuk, udah gitu aja...mirip bubur karena agak mengental, kan di kasih yogurt...sekarang saya improvisasi dikit, kadang saya kasih tomat, kentang atau green peas, jadi mirip sop kentallah...itu aja makan malamnya, itupun sesekali....saya belum tau sampai sekarang, itu kebiasaan makan sebagian orang india atau cuma dia yang begitu, secara dia memang super pelit.
jadi karena beda kebiasaan makan kami, saya siapin makan buat saya sendiri aja, tiap hari saya masak kari kentang, telor, terong, nangka atau ikan, seminggu sekali saya beli ayam, ikan atau udang untuk persedian seminggu. tapi belum seminggu habis, jadi saya mulai terbiasa makan ala si tuan, kari sayuran dengan nasi putih saja, tapi syukurnya buah2an selalu ada, pisang, sawo, pepaya, jeruk, melon, yaaa tergantung musim, disini gak bisa kayak diaceh, buah2an musim sepanjang tahun, sebagai negara tropis kan cuaca sama aja sepanjang tahun kan?
kalau disini mangga cuma ketemu pas summer, dengan melon, semangka dan anggur, kalau winter biasa banyak jeruk dan apel.
tuan selalu bilang saya untuk mengubah kebiasaan makan, karena itu yang bikin saya gemuk, jadi sebaiknya makan secukupnya, kari2 dengan naan, parantha, caphatty, roti atau roti gandum saa, makan nasi sesekali aja, ohhhhhh nooooooo... saya mau makan nasi sehari sekali, tapi dengan ikan atau ayam atau udang tumis atau balado, itu harus!
liquid food no way...:)
seminggu 2 atau 3 kali kami keluar, belanja bulanan, bayar ini itu, urusan sewa flat dll, kadang kadang kami jemput anak tuan dan dia ikut kami jalan2 sampai jam 10 malam, kalau belanja mingguan ke traditional market dan supermarket, belanjaan dibagi dua, untuk dia dan untuk saya.
kami makan malam di punjab standard dishes, kami yang saya maksud disini itu adalah saya dan anak si tuan, tuan jaga2 aja, gak makan.
setelah jam 10 malam kami antar anaknya pulang, kami lanjut ke nizamuddin untuk makan nasi dengan aya, sapi atau ikan, yesss ini baru makan beneran, alias nonveg.
kalau gak ke nizamuddin pun saya biasa dibelikan jajanan sepanjang jalan, dari snack2 seperti momos, cholle kulche, cholle bature, lassy, atau yang agak berat seperti choumen, biryani atau parantha special.
disepanjang jalan banyak street food dengan gerobak2 seadanyanya yang nyaris mengenaskan, gelap, kotor dan bau mereka jualan segala makanan, north indian, south indian, mughlai atau nepaly, anehnya semua penuh denga orang natri mau makan, dan parkiran mobil sepanjang jalannya, jadi mereka makan di dalam mobil atau santai di depan mobil sambil makan jajanan itu.
saya hampir yakin, kalau orang higienis dan gelian gak akan mau coba makan disana, dari tempat, kondisi gerobak, bau dan penjual yang jorok2 pasti bikin ilfill duluan, tapi saya karena sudah biasa jadi santai aja, apalagi tuan dengan penuh perhatian pesan ini itu, bolak balik ke mobil tanya apa saya mau coba ini, mau coba itu, dan dia balik ke corner yang jualan masih harus antri lagi, pas makanan siap, dia bawa ke mobil dengan bangga, seperti dia bawa makanan spesial buat saya, sungguh...... saya akan selalu menghargai dia karena ketulusannya.
tapi maaf aja nih, saya masih mau makan yang komplit buat sehari2, nasi, ikan atau ayam atau udang dan sayur2an yang komplit.
No comments:
Post a Comment