karena sempat kerja disalon walaupun ditipu, boleh donk kalau saya sedikit membahas perawatan kecantikan ala salon dan spa di indonesia dan di india...
saya rasa biarpun orang india suka dandan, perhiasan dan asesoris, tapi mereka sedikit tertinggal dengan indonesia. saya ada ruangan spa di salon lama yang desainnya astajimmmm...persis kawinan dikampung2, full colour dan full ornamen, kalau perlu segala yang ada dimasukin sebagai hiasan, asli kampungan, beberapa kali saya upload di fb dan komentar teman2 saya rata2 bilangnya norak, walaupun ada juga yang muji2 katanya cozy dan bagus, yaaa itu bukan teman dekat, jadi komentarnya ga jujur...
ngapain coba di salon di taro kristal, bunga plastik dan bunga segar juga? belum lagi lilin2 aroma therapy yang dibakar setiap hari, ruangan jadi berasap dan bikin batuk.
belum lagi treatment ke customer yang gak ada standardnya, beda staf ya beda lagi ngerjainnya, saya yakin mereka gak tau spa, taunya mijat ala nenek2 tukang urut, hehehe...
dari segi harga juga aneh buat saya, contohnya pelurusan rambut, dari tahun 95 saya sudah biasa meluruskan rambut yang menggunakan papan plastik, beberapa tahun kemudian sistem ion atau rebonding, sejak 2005 mulai ada sistem smothing, tapi harga berkisar dari 200 rb rupiah sampai 600 rb rupiahlah kalau disalon2 biasa, tapi sekarang 100 rb an pun ada kalau lagi promo kan? tapi kalau nanti rambut jadi serbuk tanggung sendiri ya... kalau produknya saya kurang tau dari mana, mungkin jepang, seperti makarizo.
sementara di india pelurusan rambut smothening atau straight therapy harganya mulai 5000 rupees atau kurang lebih sejuta rupiah!
katanya sih produk terbaru, import dan macam2 promosinya, tapi beberapa kali saya lihat customer balik beberapa hari kemudian karena rambutnya gak berubah jadi lurus alias tetap ikal, katanya obatnya gak masuklah, atau masalah rambutnya, ntahlah....rambut saya pun dibilang gak bisa diluruskan karena keras, wkwkwkkw...saya punya saudara yang rambutnya seperti orang papua dan dia rutin lurusin rambut tuh dan gak ada masalah....
setau saya prosesnya pelurusan ini cuma makan waktu maksimal 3 jam, tapi disini sampai 5 atau 6 jam, wkwkwkkw......
intinya proses pelurusan rambut diindia masih baru makanya harganya selangit dibanding ditempat kita...:)
saya dulu sering creambath, atau apalah namanya macam2 perawatan rambut, harganya sekitar 80 rb rupiah sampai 100 rb an saja, tapi disini start from 1000 rupees alias 200 rb rupiah, rambut dikeramas, dikasih krem sesuai kebutuhan ( rontok, kering, berminyak atau berketombe) kemudian di massage dan di cuci lagi.
kalau yang suka di facial, yang penting itu pijatan dan keluarin komedonya kan? kalau diindia muka dibenyek2 kayak bikin adonan pizza selama sejam dengan ganti2 krem, dari cleanser, scrub, cream, gel dan pack, sangat menjijikkan, kalau kita jerawatan saya yakin makin banyak jerawat dimuka. kalau tarifnya mungkin seimbang dengan diindonesia.
kalau meni pedi itu intinya bersihin kaki, tangan, kuku dan pijatkan?
kalau diindia yang penting pijatnya, dengan remasan yang extra kuat, ihhhh dikira terapist itu tukang pijat kali ya...mana kakinya kapalan, pecah2 dan jorok...( oh ya, btw tadi saya ke rumah sakit di aiims, terus saya ke washroom mau ganti pembalut, saya kaget waktu tau ternyata satu ruangan ada beberapa orang, emang dipisah sih buat ladies dan gents nya, tapi kalau saya mau sendiri ya gak akan bisa, karena orang masuk silih berganti walaupun ada yang lagi pipis, dan u know? abis pipis mereka ga cebok, langsung pake celananya dan cuci tangan di wastafel, astaga...)
siapa yang masih percaya kalau inner beauty itu lebih penting dari tampilan luar kita?
siapa yang masih percaya kalau inner beauty kita baik, maka orang akan baik ke kita, tanpa peduli tampilan luar kita, tanpa peduli pakaian, perhiasan, mobil atau uang yang kita punya?
kalau ada yang masih percaya, belajar lagi yang banyak, hehehhee
disemua lingkungan sekarang ini orang hanya memandang apa yang kita kenakan, seberapa beradanya kita, atau seberapa cantiknya kita...thats inner beauty!
kenalan saya disini sangat membanggakan persahabatannya di delhi yang katanya apa adanya, bukan karena ada apanya, wah...padahal mereka emak2 sudah tua loh, rata2 umurnya 40an, tapi gak merasa kalau semua kenalannya disini penjilat semua, ehh...gak semua sih, tapi kebanyakan begitu.
ada beberapa ibu yang saya rasa suaminya staf lokal di embassy, sombongnya....padahal biasa aja, pakaiannya, suaminya atau apalah gitu ya...tapi kalau ke ibu2 yang berada dan tampilan yahud mereka sangat ramah dan sok akrab, hiii....
bukan apa2, saya paling benci dengan penjilat, seperti waktu saya kerja sebagai tenaga honorer di kantor walikota banda aceh dulu, mereka memperlakukan saya seperti pesuruh, tapi beberapa hari kemudian ketika mereka tau saya suami saya dokter, ponakan ketua dprd kota, bokap juga masih di dprd dan....saya pakai mobil ke kantor, eh mereka jadi baik, apalagi waktu saya sering ijin gak masuk kantor karena ke spore atau ke KL, isshhh...dasar penjilat.
ada orang2 yang cuma mau dekat dengan orang yang dianggap berada atau cantik, tapi kadang orang yang berada itu juga disirikin kalau gak bisa ambil hati mereka, waduh....
dulu ada seorang pegawai di ruangan saya jualan mukena sutra dari padang seharga 2 juta, dia cuma bawa 2 mukena, satu buat istri kepala tni aceh dan satu buat saya, hebatkan....saya dianggap segitu mampunya, padahal makan saja senin kamis, tapi saya beli juga buat gaya2an, mana sah sih pakai mukena sutra? itukan dari hewan, sama aja bangkai ya....
belum lagi ibu2 bersahaja dan berwibawa disini, penampilan diutamakan, syukur juga ada fb ya...jadi kita bisa pamer ini itu kapan aja, tapi harus dicover sebersahaja mungkin, agar berkesan rendah hati, jadinya banyak yang koment muji dan dukung, gitu....
dijaman yang serba materi sekarang, siapa sih yang mau capek2 up grade inner beauty?
rajin umrah, pengajian, bertutur kata baik dan selalu membawa nama tuhan bukan jaminan, malah biasanya busuk. kegiatan ibadah, kumpul2 dalam rangka kegiatan agama tapi dengan pelengkap serba wah, belanja2 dll...
ahh kenapa saya ngomel2 ya...
saya sirik.
saya rasa biarpun orang india suka dandan, perhiasan dan asesoris, tapi mereka sedikit tertinggal dengan indonesia. saya ada ruangan spa di salon lama yang desainnya astajimmmm...persis kawinan dikampung2, full colour dan full ornamen, kalau perlu segala yang ada dimasukin sebagai hiasan, asli kampungan, beberapa kali saya upload di fb dan komentar teman2 saya rata2 bilangnya norak, walaupun ada juga yang muji2 katanya cozy dan bagus, yaaa itu bukan teman dekat, jadi komentarnya ga jujur...
ngapain coba di salon di taro kristal, bunga plastik dan bunga segar juga? belum lagi lilin2 aroma therapy yang dibakar setiap hari, ruangan jadi berasap dan bikin batuk.
belum lagi treatment ke customer yang gak ada standardnya, beda staf ya beda lagi ngerjainnya, saya yakin mereka gak tau spa, taunya mijat ala nenek2 tukang urut, hehehe...
dari segi harga juga aneh buat saya, contohnya pelurusan rambut, dari tahun 95 saya sudah biasa meluruskan rambut yang menggunakan papan plastik, beberapa tahun kemudian sistem ion atau rebonding, sejak 2005 mulai ada sistem smothing, tapi harga berkisar dari 200 rb rupiah sampai 600 rb rupiahlah kalau disalon2 biasa, tapi sekarang 100 rb an pun ada kalau lagi promo kan? tapi kalau nanti rambut jadi serbuk tanggung sendiri ya... kalau produknya saya kurang tau dari mana, mungkin jepang, seperti makarizo.
sementara di india pelurusan rambut smothening atau straight therapy harganya mulai 5000 rupees atau kurang lebih sejuta rupiah!
katanya sih produk terbaru, import dan macam2 promosinya, tapi beberapa kali saya lihat customer balik beberapa hari kemudian karena rambutnya gak berubah jadi lurus alias tetap ikal, katanya obatnya gak masuklah, atau masalah rambutnya, ntahlah....rambut saya pun dibilang gak bisa diluruskan karena keras, wkwkwkkw...saya punya saudara yang rambutnya seperti orang papua dan dia rutin lurusin rambut tuh dan gak ada masalah....
setau saya prosesnya pelurusan ini cuma makan waktu maksimal 3 jam, tapi disini sampai 5 atau 6 jam, wkwkwkkw......
intinya proses pelurusan rambut diindia masih baru makanya harganya selangit dibanding ditempat kita...:)
saya dulu sering creambath, atau apalah namanya macam2 perawatan rambut, harganya sekitar 80 rb rupiah sampai 100 rb an saja, tapi disini start from 1000 rupees alias 200 rb rupiah, rambut dikeramas, dikasih krem sesuai kebutuhan ( rontok, kering, berminyak atau berketombe) kemudian di massage dan di cuci lagi.
kalau yang suka di facial, yang penting itu pijatan dan keluarin komedonya kan? kalau diindia muka dibenyek2 kayak bikin adonan pizza selama sejam dengan ganti2 krem, dari cleanser, scrub, cream, gel dan pack, sangat menjijikkan, kalau kita jerawatan saya yakin makin banyak jerawat dimuka. kalau tarifnya mungkin seimbang dengan diindonesia.
kalau meni pedi itu intinya bersihin kaki, tangan, kuku dan pijatkan?
kalau diindia yang penting pijatnya, dengan remasan yang extra kuat, ihhhh dikira terapist itu tukang pijat kali ya...mana kakinya kapalan, pecah2 dan jorok...( oh ya, btw tadi saya ke rumah sakit di aiims, terus saya ke washroom mau ganti pembalut, saya kaget waktu tau ternyata satu ruangan ada beberapa orang, emang dipisah sih buat ladies dan gents nya, tapi kalau saya mau sendiri ya gak akan bisa, karena orang masuk silih berganti walaupun ada yang lagi pipis, dan u know? abis pipis mereka ga cebok, langsung pake celananya dan cuci tangan di wastafel, astaga...)
siapa yang masih percaya kalau inner beauty itu lebih penting dari tampilan luar kita?
siapa yang masih percaya kalau inner beauty kita baik, maka orang akan baik ke kita, tanpa peduli tampilan luar kita, tanpa peduli pakaian, perhiasan, mobil atau uang yang kita punya?
kalau ada yang masih percaya, belajar lagi yang banyak, hehehhee
disemua lingkungan sekarang ini orang hanya memandang apa yang kita kenakan, seberapa beradanya kita, atau seberapa cantiknya kita...thats inner beauty!
kenalan saya disini sangat membanggakan persahabatannya di delhi yang katanya apa adanya, bukan karena ada apanya, wah...padahal mereka emak2 sudah tua loh, rata2 umurnya 40an, tapi gak merasa kalau semua kenalannya disini penjilat semua, ehh...gak semua sih, tapi kebanyakan begitu.
ada beberapa ibu yang saya rasa suaminya staf lokal di embassy, sombongnya....padahal biasa aja, pakaiannya, suaminya atau apalah gitu ya...tapi kalau ke ibu2 yang berada dan tampilan yahud mereka sangat ramah dan sok akrab, hiii....
bukan apa2, saya paling benci dengan penjilat, seperti waktu saya kerja sebagai tenaga honorer di kantor walikota banda aceh dulu, mereka memperlakukan saya seperti pesuruh, tapi beberapa hari kemudian ketika mereka tau saya suami saya dokter, ponakan ketua dprd kota, bokap juga masih di dprd dan....saya pakai mobil ke kantor, eh mereka jadi baik, apalagi waktu saya sering ijin gak masuk kantor karena ke spore atau ke KL, isshhh...dasar penjilat.
ada orang2 yang cuma mau dekat dengan orang yang dianggap berada atau cantik, tapi kadang orang yang berada itu juga disirikin kalau gak bisa ambil hati mereka, waduh....
dulu ada seorang pegawai di ruangan saya jualan mukena sutra dari padang seharga 2 juta, dia cuma bawa 2 mukena, satu buat istri kepala tni aceh dan satu buat saya, hebatkan....saya dianggap segitu mampunya, padahal makan saja senin kamis, tapi saya beli juga buat gaya2an, mana sah sih pakai mukena sutra? itukan dari hewan, sama aja bangkai ya....
belum lagi ibu2 bersahaja dan berwibawa disini, penampilan diutamakan, syukur juga ada fb ya...jadi kita bisa pamer ini itu kapan aja, tapi harus dicover sebersahaja mungkin, agar berkesan rendah hati, jadinya banyak yang koment muji dan dukung, gitu....
dijaman yang serba materi sekarang, siapa sih yang mau capek2 up grade inner beauty?
rajin umrah, pengajian, bertutur kata baik dan selalu membawa nama tuhan bukan jaminan, malah biasanya busuk. kegiatan ibadah, kumpul2 dalam rangka kegiatan agama tapi dengan pelengkap serba wah, belanja2 dll...
ahh kenapa saya ngomel2 ya...
saya sirik.
No comments:
Post a Comment