Wednesday, 5 March 2014

kerjaan disalon

sejak desember saya mulai jarang kesalon, januari pun cuma beberapa kali, karena tidak sesuai perjanjian, saya bergabung disana diakhir august dengan perjanjian gaji 10rb rupees dan setelah 3 bulan dia akan membuka cabang baru, yaitu spa indonesia dan thai, saya yang kelola dan bagi hasil ke ownernya lah, as a manager tentu saja saya hanya memanage salon dan staf only  tanpa harus melakukan treatment ke customerkan? tapi saya disuruh facial, meni pedi dan massage beberapa kali ke customer, belum lagi staf2 yang sok2an, malah mereka bilang sesama mereka atau ke customer kalau saya cuma training tanpa gaji, atau mereka bilang saya pacar owner, sialan!

dulunya saya gak mau menilai orang dari suku bangsa atau agamanya, kalau mau dengar soal kelicikan, kejorokan dan kemalasan orang india, saya tau banyak, kalau kalian punya bakat darah tinggi, kolestrol dan hepatitis mending jangan tinggal di india lah, terutama daerah2 padat penduduk atau level2 rendahan yang kebanyakan penduduknya orang2 tidak berpendidikan dan sangat sangat sangaaaattttt kotor, karena asli bakal kambuh penyakit darah tinggi, kolestrol dan hepatitis kalian. saya belum pernah punya hipertensi, sebelumnya tekanan darah saya 110-120 saja, tapi disini tekanan darah saya sampai 162, 140 dan bertahan di 130....lol
mungkin kendala bahasa juga, jadi sering salah paham, tapi belakangan saya tau...bukan itu, emang dasarnya mereka jahat dan culas.tuan arora aja bilang, jangan kerja ke dia(si owner itu), dia punjabi, punjabi itu jahat dan licik, he will used u! hehehehe.... padahal si tuan itu juga punjabi, arora kan nama untuk klan punjabi.
saya mikirnya sabar aja dulu sampai 3 bulanan, kan bos laki itu sedang cari tempat sewa untuk cabang salon baru, daerah dwarka atau patel chowk...kalau jadi daerah situ agak dekatlah dari rumah dan saya bisa datang dalam 30-50 menit saja, sementara di salon lama saya perlu waktu 2 jam perjalanan, dan ongkosnya 100 rupees, dan tau gak? tiapa hari saya diongkosin arora, jadi saya pergi jam 8an pagi, tiba dirumah jam 9 an malam, saya menghabiskan waktu untuk kerja 13 jam, kadang2 tuan jemput saya di metro station, apa lagi kalau pas jam 8an dia telpn saya dan saya mengeluh capek atau pusing atau mual, pokoknya alasan saya banyak lah biar dijemput di metro station itu, malah pernah saya alasan kalau saya sperti mau pingsan nih, si arora kan kuatir takut kejadian waktu pingsan di kahsmere gate terulang lagi, kalau dijemput ke station pas pulang kerja jadi kami bisa makan malam diluar, heheheee....

tapi setelah 3 bulanan, sekitar november tidak ada tanda2 mau sewa tempat baru, malah dia mulai mengeluh katanya nanti awal tahun market down, biasanya salon sepi, tamu jarang2, dulu waktu dia rayu saya buat gabung dan membantu dia disalon katanya we will get muchhhh money, we will go around for vacation, dll dst dkk...
sebenarnya ada lagi cerita yang bikin saya malu dan kapok gabung dengan mereka, sekitar september si owner punya ide buat home visit, yaitu kami melayani customer ke rumahnya dengan minimal 5000rupees treatment, jadi saya promosi ke teman2 di kbri, ipar tuan arora yang mantan miss india amerika itu, pokoknya saya promosi dengan WA, sms, inbox by fb kesemua kenalan atau sok kenal ke banyak orang di delhi, pertama saya dapat order dari orang kbri, saat itu ada 20an tamu dari salah satu kementrian di indonesia, rombongan ibu2 itu ke tajmahal dan balik ke delhi tengah malam, ada beberapa yang mau spa dan meni pedi, tapi kami harus datang ke hotel mereka dan itu mungkin bakalan malam banget, karena balik dari tajmahal belum pasti jam berapa, hmmmm.... sebenarnya itu peluang baguskan?
tapi berapa staf yang harus saya bawa? dan gimana teknisnya? setahu saya untuk jasa atau apapun ke hotel gitu bukannya harus ada ijinnya ya?kalau ada masalah tar gimana ya?
karena beberapa pertimbangan kami menolak, masalah intern dan ekstern lah, awalnya saya agak kecewa, sekarang saya bersyukurlah batal.
beberapa hari kemudian ada ibu indonesia yang mengundang ke rumah temannya untuk beberapa treatment, katanya mau semuaaaaa treatment, dia begitu excited dan ramah, menghubungi saya dan owner beberapa kali untuk kepastiannya, mereka semua ibu2 indo yang menikah dengan warganegara asing, jepang, jerman dan amerika gitulah....owner menugaskan 3 orang staf dan saya untuk memanage semua, kami datang kesana sekitar siang jam 11an, ternyata mereka kumpul2, dengan wine dan makan2 karena mungkin lama gak ketemu, jadi sambil ngumpul, gosip2 enak juga kalau nyalon2, pijit2 dan spa kan?
apa yang kita harapkan dari salon atau spa? pelayanan yang baik kan? bukan pekerja yang asik begosip dengan hebohnya dan....pakai bahasa hindi!

staf 1 : jhar acha he...( terkagum2)
staf 2 : tum hara dost bhot amir he, tum dost kaise banogi?
staf 3 : didi ( kakak, mbak) teman kamu kaya banget, kok kamu bisa punya teman kaya sekali?
saya : pls, no gossiping, just working, pls!
customer 1: ini apan sih mereka mau kerja atau ngobrol sih? ( sambil mulai protes2 ketiap treatment)
staf 1 : didi, u also gossiping with ur friends...( trus bisik ke staf lain, was wes wos was wes wos )
customer 2: kamu (bicara kesaya) harus belajar hindi, mereka gosipin kamu..( dia sudah 6 tahun di delhi)
saya : iya mbak, makanya susah komunikasi nih....

seharian itu saya bete, beberapa kali saya bilang staf saya untuk kerja, jangan ngobrol atau asik sendiri bergosip, dan kamar teman saya yang dipakai untuk bleaching, lulur, meni pedi itu jadi kayak kapal pecah, berantakan dimana2, kayak orang baru pindahan dan  lagi bongkar barang, ntah lah gimana komentar yang punya rumah dibelakang saya pas kami pulang sore itu.
kami berencana untuk melakukan treatment yang berkelas, dengan terapist2 yang profesional, service bagus, harga sesuai, tapi dengan membawa 3 orang staf yang mirip bedinde, seperti orang gak bisa kerja, gak bagus attitutenya, apa pantas?

saya yakin mereka sangat kesal dan kapok buat panggil kami lagi.
padahal awalnya dengan semangat teman saya itu cerita kalau minggu depan ada acara lagi dan dia ingin mengundang kami lagi untuk melakukan treatment ke ibu2 itu sebelum dia balik untuk pindah dari delhi ikut suaminya yang orang jepang, mereka sangat baik dan ramah2, mungkin karena gak ada kegiatan, dengan suami yang sibuk dan anak yang sekolah, jadi mereka sering kumpul2 sesama ibu2 indonesia, jalan2 keluar kota delhi, makan atau cuma ngumpul2 dirumah salah seorang dari mereka atau kadang2 mereka check in di hotel sekitar delhi untuk sekedar ngumpul2.

jadi selain kecewa soal salary, perjanjian2 yang tidak ditepati, malu dengan teman2 saya di delhi, ada lagi yang bikin saya malu, owner salom itu mulai mendekati teman2 saya, dan semua teman saya itu bersuami, dia mulai add account fb mereka, chatting dan mulai menggoda, ohh dia mau selingkuhin teman2 saya itu, dia mulai tanya2 ke saya tentang satu demi satu teman saya itu, dia mulai tau info2 acara di kbri, malah sering saya tau acara di kbri dari dia, kadang juga dia datang kalau ada acara di kbri seperti acara DWP, atau bazar yang ada tiap jumat, dengan pede dia cerita kesaya kalau dia mulai dekat dengan satu teman saya yang didelhi, saya ditunjukin chattingan mereka, ntah apa tujuan nya, sekedar iseng, kesepian atau dia memang ingin ada suatu hubungan?
hubungan apa yang bisa dia lakukan dengan seorang perempuan bersuami? hanya pertemanan? bersahabat?
teman curhat? atau hubungan badan?
astagaaa... sorry to say...saya sudah lihat tititnya sebesar spidol dengan panjang setengahnya !!!

No comments:

Post a Comment