waktu itu saya selalu ikut kemana2 ibu kost pergi, ada kenalannya pemilik hotel n swimming pool cipaku, daerah setabudi atas, kami rajin berenang dan lunch disana, sorenya latihan dansa, gara2 ikut2 mereka saya jadi bisa dansa, cha cha dan jive, kalau ballroom gak lah, susah perlu latihan khusus.
acara dansa di paramount dan di pasir kaliki itu mulai jam 8 sampai jam 10an malam, maklumlah itu kan kebanyakan aki2 dan nini2, mereka cuma hobi dansa dan kumpul2 sesama komunitas mereka, sesama china dan satu gereja mungkin. selesai acara itu saya dan ibu kost masih nanggung, mau balik juga males, jadi kami mulai apelin beberapa diskotik how how sekitar bandung kota, laguna dan beberapa namanya saya lupa.
kebanyakan tempat yang kami datangi itu baru rame kan jam 11 an dan tutup jam 2 pagi, kebanyakan tamunya orang2 dari jakarta, turist luar dan orang2 yaaaa...begitulah.
karena kami bisa dansa, tentu saja kami jadi terlihat beda, kalau orang jingkrak2, kami tetap dansa sekalian latihan, wkwkwk...jadi banyak kenalan, kadang mereka minta nomer telpon ibu kost saya, ibu kost saya ini keren, walaupun dia ibu2 dan saya masih gadis, tapi orang lebih naksir ke dia, hehehe...beberapa kali gitu, orang2 malah deketin saya buat minta nomer ibu kost saya.
suatu malam ibu kost saya ketemuan dengan temannya di salah satu pub itu, kami balik sekitar jam 1 pagi dengan taksi, rencananya mau ke daerah cikapundung buat makan diemperan street food gitulah, daerah cikapundung itu berjejer warung2 dadakan yang cuma di pasang terpal, tapi enak2, dari seafood, martabak, ayam/ikan bakar, sop kaki sapi, soto, sate, segala adalah...semuanya enak2 dan tentu saja lebih murah dari direstoran.
teman ibu kost itu minta sopir taksinya mutar2 dulu, nah ternyata ada razia, saya lagi sms pake hape teman ibu kost saya, jadi hape dia saya pegang. dulu itu kan memang sering ada razia, didiskotik, jalan2 sampe kost2an juga di razia narkoba, lagi musim ekstacy, saya santai aja karena sudah biasa, oh ya posisi duduk di taksi itu saya didepan samping sopir, ibu kost dan temanya dibelakang, biasanya kalau razia gitu polisinya sopan2, periksa isi mobil dalam 5 menit kita bisa lanjut jalan, tapi malam itu polisinya langsung buka pintu belakang dan menarik keluar teman ibu kost, kata polisi mereka melihat dia melempar plastik ke belakang karena tau ada razia, dan polisi mengambil plastik yang dibuang teman ibu kost itu, dia ditarik beberapa meter dari taksi, gak lama terdengar klepak..klepukkkk...au ...auu...waduh...teman itu digampar sama polisi, waduh....kami langsung ketakutan, waduhhh serius nihhhh kayaknya....
gak lama kemudian satu polisi mendatangi kami, minta saya keluar dari taksi, katanya lebih baik saya mengaku saja, karena teman kami itu sudah cerita semuanya, kami mau pesta narkoba kan?
hahhhhhhhhhhhh??????????
saya panik, hape saya jatuh dari pegangan, masuk dalam selokan dekat situ, tapi saya ambil juga, jadinya tangan saya berlumpur dan hape rusak, tapi saya lupa dalam jaket saya ada hape punya teman ibu kost.
beberapa menit saya dibentak2 polisi, ibu kost saya malah lagi ngobrol dengan salah seorang polisi yang masih brondong, sekilas saya dengar mereka ngobrol soal polres atau polsek di kampung ibu kost saya daerah lubuk linggau, sumatera selatan itu kenal juga dengan si polisi brondong...mereka terlibat pembicaraan hangat dan akrab, polisinya tanya apa ibu kost saya mau pesta narkoba, karena gak mungkin itu barang dipake sendiri, banyak tuh cukup buat party, ibu kost jawab...
" astopirulooohhh ya aulohhh, mana ayuk tau cak iko, jingok pun tak pernah apa tu ekstesi dll, ayuk ni sholat, dak pacak macam tu..."( kira2 gitulah kurang lebihnya)
tapi sandiwara ibu kost kurang mantap, jadi kami tetap dibawa ke pos polisi, waktu kami masuk, teman ibu kost itu udah lebam2 mukanya, bibirnya jontor...kami diinterogasi sejam lebih, diminta nomer telpon rumah dan nomer hape, katanya akan dihubungi lagi kalau kasus ini ditindak lanjuti sampai ke pengadilan.
sampai dirumah saya stres tiba2 ingat hape yang didalam jaket, pulsanya ada 100rb, jadi saya telpon teman di batam sampai pulsa habis.
subuh itu kami pulang dengan lemas dan sebelumnya harus jalan jauh buat cari taksi, selama seminggu kami cuma stay dirumah gak ke paramount, pasir kaliki atau kemanapun, diaaaammmm aja dirumah nunggu polisi telpon, karena kalau sampai anak ibu kost yang terima kan bahaya...
ibu kost saya bilang, kenapa kita selamat? karena kita orang baik, masih ingat tuhan, makanya auloh masih nolong kita, oke dehh mbak....kumaha maneh...!!!
hhhiiiii...
acara dansa di paramount dan di pasir kaliki itu mulai jam 8 sampai jam 10an malam, maklumlah itu kan kebanyakan aki2 dan nini2, mereka cuma hobi dansa dan kumpul2 sesama komunitas mereka, sesama china dan satu gereja mungkin. selesai acara itu saya dan ibu kost masih nanggung, mau balik juga males, jadi kami mulai apelin beberapa diskotik how how sekitar bandung kota, laguna dan beberapa namanya saya lupa.
kebanyakan tempat yang kami datangi itu baru rame kan jam 11 an dan tutup jam 2 pagi, kebanyakan tamunya orang2 dari jakarta, turist luar dan orang2 yaaaa...begitulah.
karena kami bisa dansa, tentu saja kami jadi terlihat beda, kalau orang jingkrak2, kami tetap dansa sekalian latihan, wkwkwk...jadi banyak kenalan, kadang mereka minta nomer telpon ibu kost saya, ibu kost saya ini keren, walaupun dia ibu2 dan saya masih gadis, tapi orang lebih naksir ke dia, hehehe...beberapa kali gitu, orang2 malah deketin saya buat minta nomer ibu kost saya.
suatu malam ibu kost saya ketemuan dengan temannya di salah satu pub itu, kami balik sekitar jam 1 pagi dengan taksi, rencananya mau ke daerah cikapundung buat makan diemperan street food gitulah, daerah cikapundung itu berjejer warung2 dadakan yang cuma di pasang terpal, tapi enak2, dari seafood, martabak, ayam/ikan bakar, sop kaki sapi, soto, sate, segala adalah...semuanya enak2 dan tentu saja lebih murah dari direstoran.
teman ibu kost itu minta sopir taksinya mutar2 dulu, nah ternyata ada razia, saya lagi sms pake hape teman ibu kost saya, jadi hape dia saya pegang. dulu itu kan memang sering ada razia, didiskotik, jalan2 sampe kost2an juga di razia narkoba, lagi musim ekstacy, saya santai aja karena sudah biasa, oh ya posisi duduk di taksi itu saya didepan samping sopir, ibu kost dan temanya dibelakang, biasanya kalau razia gitu polisinya sopan2, periksa isi mobil dalam 5 menit kita bisa lanjut jalan, tapi malam itu polisinya langsung buka pintu belakang dan menarik keluar teman ibu kost, kata polisi mereka melihat dia melempar plastik ke belakang karena tau ada razia, dan polisi mengambil plastik yang dibuang teman ibu kost itu, dia ditarik beberapa meter dari taksi, gak lama terdengar klepak..klepukkkk...au ...auu...waduh...teman itu digampar sama polisi, waduh....kami langsung ketakutan, waduhhh serius nihhhh kayaknya....
gak lama kemudian satu polisi mendatangi kami, minta saya keluar dari taksi, katanya lebih baik saya mengaku saja, karena teman kami itu sudah cerita semuanya, kami mau pesta narkoba kan?
hahhhhhhhhhhhh??????????
saya panik, hape saya jatuh dari pegangan, masuk dalam selokan dekat situ, tapi saya ambil juga, jadinya tangan saya berlumpur dan hape rusak, tapi saya lupa dalam jaket saya ada hape punya teman ibu kost.
beberapa menit saya dibentak2 polisi, ibu kost saya malah lagi ngobrol dengan salah seorang polisi yang masih brondong, sekilas saya dengar mereka ngobrol soal polres atau polsek di kampung ibu kost saya daerah lubuk linggau, sumatera selatan itu kenal juga dengan si polisi brondong...mereka terlibat pembicaraan hangat dan akrab, polisinya tanya apa ibu kost saya mau pesta narkoba, karena gak mungkin itu barang dipake sendiri, banyak tuh cukup buat party, ibu kost jawab...
" astopirulooohhh ya aulohhh, mana ayuk tau cak iko, jingok pun tak pernah apa tu ekstesi dll, ayuk ni sholat, dak pacak macam tu..."( kira2 gitulah kurang lebihnya)
tapi sandiwara ibu kost kurang mantap, jadi kami tetap dibawa ke pos polisi, waktu kami masuk, teman ibu kost itu udah lebam2 mukanya, bibirnya jontor...kami diinterogasi sejam lebih, diminta nomer telpon rumah dan nomer hape, katanya akan dihubungi lagi kalau kasus ini ditindak lanjuti sampai ke pengadilan.
sampai dirumah saya stres tiba2 ingat hape yang didalam jaket, pulsanya ada 100rb, jadi saya telpon teman di batam sampai pulsa habis.
subuh itu kami pulang dengan lemas dan sebelumnya harus jalan jauh buat cari taksi, selama seminggu kami cuma stay dirumah gak ke paramount, pasir kaliki atau kemanapun, diaaaammmm aja dirumah nunggu polisi telpon, karena kalau sampai anak ibu kost yang terima kan bahaya...
ibu kost saya bilang, kenapa kita selamat? karena kita orang baik, masih ingat tuhan, makanya auloh masih nolong kita, oke dehh mbak....kumaha maneh...!!!
hhhiiiii...
No comments:
Post a Comment