Monday, 10 March 2014

bokap selingkuh dengan janda

pertengahan 2006 saya minta hape ke nyokap, biasanyanya bokap punya hape2 yang gak dipakai, dia cuma pakai hape murahan cuma buat telpon2 urusan bangunan, jadi hape yang bagus yang biasanya berukuran lebih besar malah disimpan saja, ada satu hapenya saya suka, nokia komunikator seri nya saya lupa, beberapa kali saya minta tapi disuruh bayar, alias beli, tapi adik bungsu saya di kasih pun gak mau hape itu.
tapi siang itu entah kenapa waktu saya datang minta hapenya, dikasih, dengan nyari2 di lemari dan laci2 meja ketemulah hape itu di kamar kosong, sementara saya pakai dulu sampai saya punya simcard baru nanti dikembalikan simcard bokap itu.

malamnya nyokap hubungi saya berkali2 minta balik hapenya, hubunginnya bolak balik berkali2 dengan panik dan saya dengar latar belakangnya suara bokap marah2 karena kasih hape itu ke saya, saya harus balikin malam itu juga, saya lagi diluar rumah tapi saya janji besok pagi sebelum berangkat kerja saya kembalikan, tapi saya jadi gak enak perasaan, kok aneh ya, cuma hape aja segitunya, jadi saya cek nomer2 kontaknya dan inbox, jantung saya makin dag dig dug karena isi  pesan inbox nya semua sms dari perempuan, mesra2an dan saling manggil sayang.

setelah pulang kerumah nyokap telpon saya lagi katanya bokap sudah dijalan mau ke rumah ambil hapenya, jadi saya simpan nomer perempuan yang sms2 itu, saya bilang ke nyokap kalau saya sudah di rumah, beberapa detik kemudian saya di telpon lagi, disitu saya sudah gak tahan, saya bilang aja kalau hapenya penuh sms mesra dari perempuan. nyokap bilang suruh saya biasa aja, balikin aja hape ke bokap, serahkan urusan ke dia saja, jam 10an malam bokap dirumah, saya keluar rumah buka pagar, tapi pintu garasi saya kunci, suami saya larang keluar rumah, saya kasih hapenya ke bokap, tapi kelihatannya bokap mau tau saya tau gak soal isi hapenya, saya ditanya2 gak penting sambil matanya mencoba menerka2 saya, tiba2 saya pingsan,  suami saya pinjam kunci garasi ke anak kos dan dia keluar menggotong saya ke kamar, saya tersadar ketika sudah di kamar, suami saya terbengong2, sementara bokap lagi bertengkar ditelpon dengan nyokap,  bokap bersumpah tidak ada hubungan dengan perempuan manapun.

besok siangnya kami semua kerumah arngtua saya, setelah diinterogasi beberapa jam baru bokap ngaku, kami putuskan mau ketemu perempuan itu, kata bokap diluar kota, tapi adik saya bilang walaupun di jakarta gak masalah, kita jumpain hari itu juga, ternyata rumahnya di brawe, kami ketemu denga janda itu, umurnya 30an, seumuran saya, tapi anaknya sudah menikah, rumahnya gubuk di gang gang dengan penghuni anggota keluarganya semua, dengan segitu miskinnya tapi bicaranya sombong, katanya gak usah sombonglah mentang2 punya harta, dulu juga sebelum suaminya meninggal mereka orang berada, tanahnya dimana2 bisa tunjuk dengan kaki, tapi suaminya meninggal kerena tsunami, belakangan kami tau suaminya tukang becak, rumahnya masih di gang2 daerah situ juga, adik2 saya masih sabar, meraka tenang2 saja, saya yang histeris mengamuk, saya maki2 keluarga mereka, ternyata janda itu dijanjiin dapat toko dan di kasih rumah di ule kareng, waktu saya cerita ke nyokap ( nyokap gak ikut waktu kami ke rumah janda itu) ternyata mereka saling kenal, ja di keluarga janda itu rumahnya di belakang perumnas lingke, adik2nya maling, kalau ketemu dijalan juga ramah ke nyokap, malah beberapa hari sebelum itu kakak janda itu kerumah, waktu itu nyokap lagi bersih2 rumah karena ada yang mau kontrak setahun, mereka tanya2 apa benar rumah itu milik bokap, dan seperti lagi mendata apa2 saja yang dimiliki bokap, jadi kesimpulan kami mereka sekeluarga lagi cari mangsa, karena butuh support secara ekonomi, memang janda itu cantiklah, kata adik saya keluarganya juga cakep2,  jadi adik saya juga tau keluarganya.
suami saya hubungi nomer janda itu, eh malah dirayu2, katanya dia janda, mau kenalan dengan suami saya, ngajak2 ketemuan, astaga....asli perempuan cari mangsa.

saya sms dia dengan kata2 kasar, jadinya beberapa bulan saya di teror juga, gak papalah, impas.
belakangan janda itu katanya jadi simpanan orang, tapi dia kerja di salon didarussalam tapi dipecat karena suka mencuri, gak heranlah...sudah tabiat sekeluarga.

karena kejadian itu nyokap kuasai semua harta bokapsemua property dan uang atas nama dia, semua tanpa terkecuali, alasannya karena takut di tipu perempuan lain, padahal setahu saya dari dulu juga semua di kuasai.


No comments:

Post a Comment