Tuesday, 18 March 2014

seorang teman

ada kenalan saya didelhi, seorang indonesian lady menikah dengan orang amrik, saya gak terlalu dekat, tapi dia sangat baik, setau saya dia belum punya anak, mereka pasangan yang berpindah2, sebelumnya stay di amrik, sudah 3 tahun ini di delhi,  dia sering mengadakan jamuan makan buat relasi suaminya atau buat indonesian juga, oh ya apartmennya satu gedung dengan artis bollywood loh...hhehee...

nah beberapa kali dia cerita kalau bermasalah dengan maidnya, dia punya pelayan dari nepal, sepasang suami istri, jadi di bawa dari nepal dan stay di paviliun belakang rumahnya, suami pelayan itu jadi satpam dirumahnya, si istri memasak dan bersih2, tapi masalah dengan anak pelayannya yang bikin kotor dan berisik, lalu pelayannya juga mulai bertingkah, kerja malas2an, seharian nonton tv di kamarnya, puncaknya teman saya marah karena pembantunya gak kerja tapi malah sewa tempat untuk merayakan ultah anaknya, wkwkwkwkw...dan tau gak salary pelayannya itu 12 rb rupees atau 2 jt an lohm belum lagi satpamnya kan?

ada lagi kenalan saya yang lain, dia menikah dengan orang jerman, akhir tahun ini dia pindah ke jerman, saya kirain dia bakal jual2 barang2 dirumahnya, isi dapur, elektronik, sofa dan mobil, ternyata perabotan rumah di bagi2 ke relasi suaminya elektronik dibagi2 ke relasi si istri, dan....mobilnya di kasih ke sopirnya, alasannya karena sudah ikut mereka beberapa tahun dari pertama mereka stay didelhi.

desember kemarin juga ada kenalan saya yang menikah dengan orang jepang dan pindah ke dubay, saya hubungi dia mungkin mau jual barang2 kecil seperti blender, juicer, microwave atau isi dapur yang kecil2 lah, ehh katanya telat, semua sudah di bagi2 ke kenalannya didelhi, yang sisa ranjangnya mau dijual 25 rb rupees atau 5 jt rupiah, ahhh buat apa...selain mahal lagian semua kamar di rumah sudah ada ranjang, hmmm soal ranjang ini saya mau cerita, kalau dipan ranjang seperti jaman dahulu itu namanya ranjang juga bukan?
nah dipan seperti punya dirumah nenek saya tahun 70an itulah ranjang kami disini, cuma papan yang di paku2 jadi dipan, tapi ada store di bawahnya untuk menyimpan jaket2, sweater dan semua perlengkapan musim winter, dan diatasnya ditaro kasur yang saya gak ingat kapan terakhir saya lihat kasur jaman dulu diindonesia, rasanya semua orang sekarang pakai springbed atau kasur busa ya, ini kami masih pakai kasur kapuk yang saya rasa umurnya sudah tua dan entah siapa yang pakai sebelumnya, mungkin dibeli bekas, sepreinya juga cuma kain belacu kasar tanpa karet dipinggirnya,  rasanya saya lagi tinggal diasrama atau pesantren jaman dahulu.

sebenarnya saya lagi mikir2 nih, apa saya melamar kerja jadi maid dirumah kenalan saya itu saja ya? kalau cuma bersihin rumah dan masak2 gampanglah, lagian nantikan saya dapat makanan indonesia juga, rasanya saya mulai muak dengan makan saya sehari2 yang mirip... ah sudahlah, masih syukur ada yang nampung kasih makan dan tempat tinggal atau saya akan jadi gelandangan disini ya kan?
tapi saya mulai muak.

No comments:

Post a Comment