Friday, 7 March 2014

suram ekonomi nih

karena 2 kali keguguran dan dikuret, saya mulai depresi, saya malas kerja, saya menarik diri dari lingkungan, saya juga selalu emosi tiap dengar gosip keluarga suami saya bilang ini itu yang notabene menjelek2 kan saya dari penampilan dan pakaian saya sampai ke masalah2 serius yang mulai menjurus ke fitnah, intinya saya istri yang tidak baik.
belakangan saya analisa kalau mereka melakukan itu untuk menutupi malu keluarganya ada yang gila, jadi sebelum nama mereka jatuh, mereka jatuhin nama saya dulu, mereka bilang nyokap ngebet kali punya mantu dari keluarga mereka yang dokter, sampai2 menyogok dengan naikin haji...saya panas juga dengarnya, tapi saya pikir lagi, wah kalau begitu keluarga mereka bisa disogok dengan materi ya, ihh merendahkan keluarga sendiri, lagi pula saya pikir2 lagi...mungkin memang iya nyokap begitu, nyokap kan licik dan culas, asal keinginannya tercapai dia mau melakukan apa saja...apa saja!

jadi saya cuma menghabiskan waktu di rumah, saya bangun siang2, awalnya masih ada pembantu, dia bersihin rumah dan menyiapkan makan saya, jadi waktu bangun pagi saya tinggal sarapan dan malas2an, atau cuma jalan2 dengan mobil, tapi kemudian pembantupun saya berhentikan karena keuangan makin seret, saya punya pemasukan dari kos2an kamar, ada 6 kamar saya kos kan ke mahasiswa atau pekerja, tahunan atau bulanan, tapi sering bermasalah, kadang2 saya harus kembalikan uang kos yang telah dibayar walaupun saya tulis peraturan kalau uang kos tidak akan di kembalikan dengan alasan apapun tapi kadang saya yang keluarin mereka karena saya yang sudah gak tahan, jadi terpaksa saya kembalikan sebagian uangnya, padahal agak susah cari anak kos, alasannya lokasi yang sangat masuk kedalam kompleks, gak ada angkutan umum, tidak ada air pdam, dll ditambah lagi anak kos biasanya sudah punya barang2 sendiri, sementara kos2an saya kamar dan isinya seperti ranjang lengkap dengan bantal dan seprei, lemari 2 untuk pakaian dan rak buku/sepatu, tv, ac, dispenser, sampai tong sampah dan rak handuk juga, jadi harganya sedikit diatas harga kos2 lain.

tapi waktu urus cerai sempat2nya nyokap bilang ke petugas pengadilan agama kalau bokap yang membiayain rumah tangga saya semua sampai pembantu2, astaga...sepertinya bohong sudah mendarah daging.

beberapa kali saya tidak ada uang sama sekali, sampai aliran listrik mau diputus, saya pinjam emas anak kos untuk digadaikan, setelah beberapa bulan saya kembalikan, itu terjadi sekitar 3 atau 4 kali, tapi nyokap bilang kalau dia yang selalu bayar listrik dirumah, karena saya selalu minta uang, lagi2 dia cuma melebih2kan, selama 8 tahun saya tinggal dan numpang dirumahnya (pinjam istilah dia yang bilang kalau saya cuma numpang dirumahnya), hanya sekali saya minta uang untuk bayar listrik yang telah nunggak 3 bulan.

pernah juga suatu hari datang petugas PLN yang mau memutuskan aliran listrik hari itu kalau saya tidak melunasi tagihannya, suami saya langsung mandi dan siap2 pergi ke acara pernikahan, lagi2 saya minta pinjaman ke anak kos saya.
sorenya suami saya pulang, saya langsung mengamuk, alasannya ya gimana lagi, kan ada undangan kawin, gak enak kalau gak datang, tetangga dekat nih, jadi bagi2 tugas, dia kekawinan, saya urus listrik.
ya Allah ya Rabbiiii....

kadang ada temannya  dokter diluar kota yang datang ke banda aceh, langsung diajak makan2, saya yang bayar.
kalau saya tidur, pagi2 saya setengah mimpi ada yang buka lemari saya dan mengambil uang dalam dompet, yaaa itu suami saya ambil uang untuk bensin mobilnya, eh maksudnya mobil saya, eh maaf..maksudnya mobil orangtua saya yang dipinjam kan kesaya dan sekarang sudah diambil balik dan dijual.

kadang ada orang datang minta uang untuk suatu urusan dan suami saya suruh dia ketemu saya untuk minta uangnya.

pernah ada mobil pick up datang bawa rumput jepang buat ditaman, suami saya yang pesan dan minta tagihannya ke saya, 2jt an saja!

pernah datang orang bawa kursi taman pesanan suami saya dan minta pembayaran ke saya, hanya 750rb kok!!!

kalau suami saya ulang tahun minta saya masak untuk syukuran dan diundang sekitar 10an orang temannya makan2 di rumah, uangnya? dari saya saja...
pernah juga mau puasa dia suruh saya masak2 buat teman seruangnya di rumah sakit, pas hari H nya gak ada satu orangpunyang datang, rupanya dia lupa mengundang teman2nya.

kalau weekend  kami ke laut atau makan2 dengan mengajak ponakan atau sepupu2nya, kalau ajak sepupu saya dia bete, dan semua tagihan makan2 nya saya yang bayar.

kalau dia mulai aneh, saya ke apotik beli obat anti depresinya sekitar 750 rb, harusnya dia mengkonsumsi obat itu rutin, tapi dia hanya mampu beli saat kambuh, waktu saya bilang ke ibunya, ibunya bilang  "kok beli satu resep, beli setengah resep aja", tapi uang saya diganti, inti nya saya mau bilang, keluarganya gak punya malu, awalnya mati2an gak ngaku anaknya gila, katanya itu fitnah orang yang gak suka ke mereka, begitu udah jelas ketauan, malah saya beberapa kali ikut ngantar ke psikiater, dan melihat sendiri ketika dia mengamuk dan langsung pingsan setelah di suntik, reaksi mereka biasa aja, malah kalau telat saya lapor ke mereka kalau anaknya lagi kambuh saya disalah2in, katanya gara2 saya anaknya stres, dulu2 gak pernah!
jadi sudah stres karena ekonomi, gak bisa hamil, benci ke orang tua, harus menghadapi sikap keluarganya dan mengurus suami yang gila.

saya menjual semua perhiasan pemberian orangtua untuk menutupi biaya sehari, termasuk menjual isi rumah, seperti kristal2 dan karpet., yang kemudian dipermasalahkan nyokap waktu saya sudah ke india, dan lagi2 anak kos yang di tuduh.

beberapa kali saya dicekek saat tidur malam, pernah juga dia mencoba memotong tangan saya, mau minum racun, kata ibu nya itu cuma karena dia lagi mimpi, hiiiii.... serem juga kalau karena anaknya mimpi saya mati dibunuh.
terakhir dia bunuh diri dengan menggantung leher menggunakan tali pinggang, tapi gagal.

selama berumah tangga dia tidak memberi nafkah, kadang2 dia belanja sekitar 20 rb an, beberapa bulan sekali, atau sekali dalam beberapa bulan, kalau saya protes dia kasih alasan kan dia udah beli air mineral isi ulang, masa dia semua?
dia semua? apanya??? kalau pun dia semua ya emang wajar, kan dia suami kan?
atau alasannya cuma segitu mampunya.
setelah pisah, tapi belum cerai sah, dia antar uang sekitar 3 atau 4 kali, 500rb, 100 rb, 200rb...dalam kurun waktu 3 tahun, jadi kira2 itu kasihnya setahun sekali.

aduh...kalau tau berumah tangga azab seperti itu, mending jadi single seumur hidup.





No comments:

Post a Comment