Friday, 7 March 2014

sewaktu kerja sebagai tenaga honorer

sekitar september 2004 saya mulai masuk kerja sebagai tenaga honorer di kantor walikota banda aceh, nama saya sudah masuk dalam daftar pegawai kontrak sejak januari, jadi tiap tahun nama2 tenaga honorer diperbaharu atau diperpanjang dan masuk dalam daftar periode januari sampai desember tiap tahunnya, saya terlambat masuk beberapa bulan karena saya masih di bandung untuk menyelesaikan program pasca sarjana saya.
hari pertama saya menghadap kepala bagian humas, saya masih ingat namanya pak Said, kemudian digantikan pak Mahdi, kedua pimpinan saya ini sangat baik, karena tau latar pendidikan saya komunikasi, saya mendapat tugas untuk menulis press release tiap ada kegiatan walikota atau event2 di seputar kota, jadi hampir setiap hari saya ikut bapak walikota, mawardi nurdin yang sekarang sudah almarhum ke beberapa kecamatan di kota banda aceh, apalagi setelah tsunami, kegiatan sangat padat, kemana2 setiap hari, dalam sehari ada 2 atau 3 kegiatan diluar, kadang sampai malam, peresmian ini itu oleh pemerintah atau NGO dari luar selalu saya hadir untuk buat berita yang kemudian saya fax ke beberapa koran lokal.

awal2 kerja, semua pegawai diruangan cuma melihat saya sebelah mata, yaaa sebagai tenaga honorer saya ini apa lah??? tau gak gajinya? 250rb rupiah/ bulan dan dibayarnya kadang setelah 3 atau 4 bulan dirapel, kemudian jadi 400 rb/bulan. untuk bensin mobil saya aja abis sejutaan/bulan, tapi saya pikir gak papalah, nanti juga kan diangkat jadi pegawai tetap, sekarang anggap aja belajar.

ada pegawai tanya2 kesaya...

bapak X : ibu, sudah berkeluarga?
saya : sudah
bapak X : suaminya tugas dimana?
saya : di RS, dokter...
bapak X : (melihat saya dengan surprise, melipat koran yang sedang dibaca), oh ya? siapa namanya, bagian apa, kenal sama dokter itu, dokter anu, si anu, si itu, saya juga ada kenalan perawat namanya si anu... bla bla bla..
bapak ini hilang waktu tsunami di aceh.

pernah juga pagi2 ibu kepala seksi menyuruh saya mengantar koran ke asisten 2.
saya : dimana ruangannya buk?
ibu kepala seksi : ya tanya lah, apa gak bisa tanya?
(padahal ini juga kan saya lagi tanya)
saya : iya buk, korannya saya kasih aja kan?
ibu kepala seksi : ya kamu tungguin bapak tu sampek siap baca, nanti bawak kesini lagi..
saya : ( angguk2 takzim)

beberapa hari kemudian kami mengadakan penyuluhan di kecamatan, sehari sebelumnya kami meeting gimana teknis buat besok, acara jam 9 pagi, siang jam 12 harus ambil nasi kotak di warung padang 50 kotak, siapa yang bisa ambil? karena mobil dipake buat anu, mobil yang lain perlu buat anu di jam yang sama, saya bilang biar saya aja yang ambil, semua lihat kesaya...

bapak kepala seksi : pakek motor? 50 kotak nih...
saya : saya bawa mobil pak....

serasa suasana hening beberapa detik, semua melihat kesaya, disitulah saya sadar ternyata tenaga honor itu sekelas pesuruh, kalau dulu kan ada PNS tamatan sd atau smp yang cuma golongan 1A, sekarang test cpns  harus sarjana, jadi penggantinya pesuruh2 itu ya anak2 honorer.

setelah beberapa hari orang seruangan tau kalau suami saya dokter, bokap anggota DPRD dan ketua fraksi, saya kuliah S2 dibandung dll dst dkk...eh mulai manis kesaya, lama2 malah saya diperlakukan seperti senior aja, kalau jumat siang diajak kesalon buat ratus, hehehe... kalau ada masalah apa2 yang berhubungan dengan kesehatan pasti nanya kesaya ( kan istri dokter, hehehe ), kalau bahas fashion tas, sepatu juga tanya kesaya (kan kuliah dibandung, hehehe), kalau lagi bicara soal penang, spore, KL selalu minta pendapat saya (kalau soal ini gak jelas kenapa ya, kan saya gak bilang kalau saya pernah kesana, hehehe), kalau bicara umroh dan haji juga tanya saya ( kan saya sudah haji, hehehe )

saya juga ditawarin jadi bendahara, tapi ternyata harus yang sudah PNS, 2005 kontrak saya diperpanjang, beberapa pegawai hilang dan banyak yang meninggal karena tsunami, gedung kantor juga rusak parah, kepala seksi  yang bagian press release ganti, nah bapak ini galak banget, saya sering gak masuk kerja karena berobat ke penang, eh saya ditegor, katanya kalau gak masuk kerja potong gaji, wkwkwkwkkkw....kalau bisa gitu setuju, let c, gaji 400rb/ bulan, kalau saya gak masuk sebulan boleh gak, gaji saya ambil buat bapak aja, jadi saya agak hemat, ini saya harus nombok sejuta tiap bulan buat bensin mobil saya yang 2000cc...hehehhee.

tapi beberapa bulan kemudian saya berhenti karena saya kerja di IRD, NGO dari australia, disini saya jadi fasilitator.
tapi 2006 waktu kontrak kerja di IRD selesai saya hubungi kepala bagian humas itu lagi dan saya bisa masuk kerja lagi, makanya saya bilang pimpinan saya baik2, hehehe...

No comments:

Post a Comment