beberapa kali saya bertengkar dengan tuan, saya mau dia belajar agama dan menjadi muslim yang benar, tapi dia selalu berargumen yang membuat saya hopess, sepertinya gak ada harapan dia akan menjadi muslim, sebenarnya dia gak percaya ke agama hindu juga, baginya agama cuma ajaran dari keluarga dan tidak ada kebenaran didalamnya, saya pesan quran dari jakarta yang ada terjemahan bahasa indonesianya biar gampang buat saya diskusi dengannya, saya juga beli quran yang ada terjemahan hindi, saya beli di jama masjid beberapa bulan yang lalu, tapi dia gak tertarik buat baca, malah beberapa kali dia bilang gak usah baca quran atau malah katanya better dont put quran in the house even.
saya mulai gak merasa nyaman, merasa ada yang salah, awalnya rencana saya cuma sementara disini, dalam beberapa tahun saya akan pergi, tapi makin lama saya merasa makin dekat ke tuan arora ini, saya merasa kami senasib dan dia sangat baik kesaya, dia tulus menolong saya sampai mau menikah buat mempermudah ijin tinggal saya diindia, tapi dia dengan segala masalah dan prinsipnya bikin saya bingung, apa lagi sejak saya divonis kena kanker ovarium, saya mikir gimana kalau saya sekarat, gimana kalau saya kenapa2, meninggal misalnya? siapa yang akan urus saya nanti? saya gak mau tuan saya hubungi orang kbri untuk pengurusan jenazah saya, karena pasti pihak kbri akan menghubungi keluarga saya dan kemungkinan mayat saya akan di bawa pulang ke acehkan?
jadi beberapa kali saya bilang ke tuan kalau saya akan pergi, saya mau ke dubay, sebenarnya ada yang mau kasih tiket dan meminta saya ke dubay, tapi tuan marah, dia gak ijinin, dia gak mau saya pergi, katanya saya soulmatenya, apa saya gak percaya kalau dia akan mengurus saya, apa saya merasa gak aman, apa yang saya minta dia akan turutin selama saya mau tetap dengan dia disini.
pertama dia menawarkan untuk memberi satu flatnya ke saya, alih nama ke nama saya, tapi setelah kami cari info ternya gak boleh foreigner punya property disini sebelum punya pio atau sebelum 7 tahun, tapi ada broker yang bilang kalau saya beli flat didaerah jamia islamia saya bisa otomatis dapat pio, tapi tuan gak punya property disana, kalau khusus beli buat saya, gak mungkin jugalah kan....
saya mulai mengganggu dia dengan tiap hari bilang kalau saya hampir mati, waktu saya sudah dekat, pokoknya lebaylah...tuan marah, katanya "shut up, u will not died, the problem is that", tapi saya berkeras kalau dia harus mengurus saya dengan baik sebagai muslim kalau saya meninggal tanpa melibatkan orang kbri, malah gak usah kasih tau kesana, dia setuju, katanya dia akan hubungi maulana di jama masjid atau nizamuddin untuk pengurusan jenazah saya, malah kalau perlu dia akan menguburkan saya hidup2 kalau memang saya takut dikremasi, ada banayk kasus di india yang saya dengar katanya kalau orang masih muda meninggal di rumah sakit, waktu mayatnya dipulangkan badannya penuh jahitan, kepala belakang, dada perut dan pinggang, diduga pihak rumah sakit mengambil organ tubuh bagian dalam itu, jadi waktu dimandiin karena mereka muslim, badannya masih berdarah2, ya Allah....saya gak mau kalau itu terjadi ke saya, gak mauuu....
saya bilang ke tuan saya gak mau mati di rumah sakit dan gak mau diotopsi, begitu saya meninggal harus secepatnya diproses untuk pemakaman, gak boleh nunggu lebih dari sehari, kalau meninggal malam, besok sebelum malam harus sudah di kubur, jadi sebelum meninggal kita sudah harus persiapkan semuanya, jangan baru hubungi pihak mesjid ketika saya sudah meninggal, takutnya prosedurnya lama, saya gak mauuuu....
secara lisan tuan sudah janji mau memenuhi semua keinginan saya, tapi selama perjanjian masih lisan dan gak ada saksi saya gak yakin, disini kami gak punya kenalan muslim, ada beberapa kenalan indian saya yang muslim tapi gak di delhi, sekarang kami masih sibuk urusan saya berobat dan urus x-visa, tapi kalau itu sudah beres saya akan concern untuk melengkapi persyaratan pengurusan jenazah saya, mungkin pesan kapling, bayar uang kafan dan pengurusan jenazahnya dll...
saya gak tenang kalau semua persiapan itu belum beres, saya gak percaya kalau cuma janji2 lisan aja, tapi harus ada dokument lengkap dan saksi2.
saya mulai gak merasa nyaman, merasa ada yang salah, awalnya rencana saya cuma sementara disini, dalam beberapa tahun saya akan pergi, tapi makin lama saya merasa makin dekat ke tuan arora ini, saya merasa kami senasib dan dia sangat baik kesaya, dia tulus menolong saya sampai mau menikah buat mempermudah ijin tinggal saya diindia, tapi dia dengan segala masalah dan prinsipnya bikin saya bingung, apa lagi sejak saya divonis kena kanker ovarium, saya mikir gimana kalau saya sekarat, gimana kalau saya kenapa2, meninggal misalnya? siapa yang akan urus saya nanti? saya gak mau tuan saya hubungi orang kbri untuk pengurusan jenazah saya, karena pasti pihak kbri akan menghubungi keluarga saya dan kemungkinan mayat saya akan di bawa pulang ke acehkan?
jadi beberapa kali saya bilang ke tuan kalau saya akan pergi, saya mau ke dubay, sebenarnya ada yang mau kasih tiket dan meminta saya ke dubay, tapi tuan marah, dia gak ijinin, dia gak mau saya pergi, katanya saya soulmatenya, apa saya gak percaya kalau dia akan mengurus saya, apa saya merasa gak aman, apa yang saya minta dia akan turutin selama saya mau tetap dengan dia disini.
pertama dia menawarkan untuk memberi satu flatnya ke saya, alih nama ke nama saya, tapi setelah kami cari info ternya gak boleh foreigner punya property disini sebelum punya pio atau sebelum 7 tahun, tapi ada broker yang bilang kalau saya beli flat didaerah jamia islamia saya bisa otomatis dapat pio, tapi tuan gak punya property disana, kalau khusus beli buat saya, gak mungkin jugalah kan....
saya mulai mengganggu dia dengan tiap hari bilang kalau saya hampir mati, waktu saya sudah dekat, pokoknya lebaylah...tuan marah, katanya "shut up, u will not died, the problem is that", tapi saya berkeras kalau dia harus mengurus saya dengan baik sebagai muslim kalau saya meninggal tanpa melibatkan orang kbri, malah gak usah kasih tau kesana, dia setuju, katanya dia akan hubungi maulana di jama masjid atau nizamuddin untuk pengurusan jenazah saya, malah kalau perlu dia akan menguburkan saya hidup2 kalau memang saya takut dikremasi, ada banayk kasus di india yang saya dengar katanya kalau orang masih muda meninggal di rumah sakit, waktu mayatnya dipulangkan badannya penuh jahitan, kepala belakang, dada perut dan pinggang, diduga pihak rumah sakit mengambil organ tubuh bagian dalam itu, jadi waktu dimandiin karena mereka muslim, badannya masih berdarah2, ya Allah....saya gak mau kalau itu terjadi ke saya, gak mauuu....
saya bilang ke tuan saya gak mau mati di rumah sakit dan gak mau diotopsi, begitu saya meninggal harus secepatnya diproses untuk pemakaman, gak boleh nunggu lebih dari sehari, kalau meninggal malam, besok sebelum malam harus sudah di kubur, jadi sebelum meninggal kita sudah harus persiapkan semuanya, jangan baru hubungi pihak mesjid ketika saya sudah meninggal, takutnya prosedurnya lama, saya gak mauuuu....
secara lisan tuan sudah janji mau memenuhi semua keinginan saya, tapi selama perjanjian masih lisan dan gak ada saksi saya gak yakin, disini kami gak punya kenalan muslim, ada beberapa kenalan indian saya yang muslim tapi gak di delhi, sekarang kami masih sibuk urusan saya berobat dan urus x-visa, tapi kalau itu sudah beres saya akan concern untuk melengkapi persyaratan pengurusan jenazah saya, mungkin pesan kapling, bayar uang kafan dan pengurusan jenazahnya dll...
saya gak tenang kalau semua persiapan itu belum beres, saya gak percaya kalau cuma janji2 lisan aja, tapi harus ada dokument lengkap dan saksi2.
No comments:
Post a Comment