hari ini saya bangun telat, semalam saya lengkapi berkas dan begadang sampai pagi, jadi tidur setelah subuh,
bangun siang2, saya langsung panasin air dikamar mandi buat mandi, siapin air di kamar mandi lain buat jaroo dan pocha, terus saya ke dapur siapin sarapan berupa chai, kopi, roti bakar dan masak nasi, tapi saya lupa kalau air panas di kamar mandi sudah mendidih, asap keluar sampai kamar, mulailah si tuan mengamuk, dia marah2, saya pun jadi emosi, saya banting2 piring dan gelas yang sedang saya cuci didapur.
tuan marah dia mendorong saya, ngamuklah saya, saya beresin baju2 dan saya masukin tas.
saya hubungi kenalan di delhi kalau saya mau kesana beberapa hari sampai saya dapat uang dan berangkat ke luar kota, sudah beberapa kali saya mengamuk dan marah2 sambil beresin barang2 dan siap pergi, saya merasa terperangkap disini, tuan tidak mau mengurus visa saya dengan alasan buat apa, saya gak usah kemana2, dirumah saja, apa dia gak tau namanya foreigner harus punya visa untuk ijin stay dinegara itu atau dia kan menjadi buronan, masuk penjara karena ilegal, paling apes dideportasi, memang india ini negara sampah, segala sampah ditampung, seperti saya....mungkin mereka tidak akan mendeportasikan saya ke negara disekitar india, seperti nepal, maldives atau balik ke engara saya lagi, tapi berapa lama saya bisa stay seperti ini, saya gak mau terjebak dan terperangkap disini, hidup seperti pengemis, makan seperti gelandangan, tinggal di flat yang seperti kandang ayam, saya bisa stay disini selama tuan masih hidup, kalau dia meninggal gimana?
lagi pula saya gak mau mati disini.
kalau saya duluan meninggal oke lah, tapi belum tentu kan?
sekarang saya tau indian goverment kasih dispensasi 6 bulan dari visa expired sampai pengurusan visa baru dan waktu urus visa baru pun harus bayar sesuai tarifkan?
tuan tidak mau bayar dan berusaha membuat strategi ini itu untuk supaya gak perlu bayar, padahal visa pun usdah mati 7 bulanan, masih bisa extend aja sudah syukur, eh ini masih berusaha gak bayar, saya malah mikirnya bakal kena sanksi atau denda, jadi saya harus bayar lebih banyak dari biaya yang semestinya kan?
sekarang setidaknya saya harus punya 10 rb rupees untuk x-visa dan 15 rb rupees untuk pio, semoga gak ada biaya tambahan atas keterlambatan submit visa ini, tapi jangkankan bayar 25 rb rupees plus tambahannya, tuan berusaha gak perlu bayar, mana mungkin?
sandiwara apa yang mau dibuat lagi?
saya sudah cukup malu dengan mengemis2 ke frro dua hari yang lalu, jadi tontonan orang2 karena di bilang ilegal dan bisa dideportasi.
kalau saya gak dapat extend visa ke x- visa gimana rencana saya mau pulang ke aceh?
saya gak bisa pulang karena jangankan buat tiket, visa pun gak punya.
dari delhi gak ada direct flight ke aceh atau sekali transit, jadi saya harus ke other state di india, chennai atau kochi dulum lalu ke Kulalumpur baru bisa ke aceh.
aneh juga flight KL- india cuma dibeberapa kota di india, seperti mumbay, chennai dan kochi, masa delhi yang ibu kota negara indianya malah gak ada ya?
oke, let suppose saya booked tiket delhi- kochi 10 rb rupees, kochi- KL 3500 rupees, KL- aceh 3000 rupees, total 16500 rupees atau 3 jutaan rupiah dan itu cuma one way, baliknya lagi wah bisa abis 6 jutaan, mending beli hape baru kan?
kalau soal kangen makanan indo sih, dengan uang segitu bisa dikirim banyaklah, lagian saya pulang mau ngapain juga ya, mau ketemu siapa juga...yang ada nanti sakit hati aja ya...
jadi hari ini dimulai dengan emosi dan marah2, masakan didapur saya tinggalin aja, mending tidur lagi lah, semoga dapat wangsit.
bangun siang2, saya langsung panasin air dikamar mandi buat mandi, siapin air di kamar mandi lain buat jaroo dan pocha, terus saya ke dapur siapin sarapan berupa chai, kopi, roti bakar dan masak nasi, tapi saya lupa kalau air panas di kamar mandi sudah mendidih, asap keluar sampai kamar, mulailah si tuan mengamuk, dia marah2, saya pun jadi emosi, saya banting2 piring dan gelas yang sedang saya cuci didapur.
tuan marah dia mendorong saya, ngamuklah saya, saya beresin baju2 dan saya masukin tas.
saya hubungi kenalan di delhi kalau saya mau kesana beberapa hari sampai saya dapat uang dan berangkat ke luar kota, sudah beberapa kali saya mengamuk dan marah2 sambil beresin barang2 dan siap pergi, saya merasa terperangkap disini, tuan tidak mau mengurus visa saya dengan alasan buat apa, saya gak usah kemana2, dirumah saja, apa dia gak tau namanya foreigner harus punya visa untuk ijin stay dinegara itu atau dia kan menjadi buronan, masuk penjara karena ilegal, paling apes dideportasi, memang india ini negara sampah, segala sampah ditampung, seperti saya....mungkin mereka tidak akan mendeportasikan saya ke negara disekitar india, seperti nepal, maldives atau balik ke engara saya lagi, tapi berapa lama saya bisa stay seperti ini, saya gak mau terjebak dan terperangkap disini, hidup seperti pengemis, makan seperti gelandangan, tinggal di flat yang seperti kandang ayam, saya bisa stay disini selama tuan masih hidup, kalau dia meninggal gimana?
lagi pula saya gak mau mati disini.
kalau saya duluan meninggal oke lah, tapi belum tentu kan?
sekarang saya tau indian goverment kasih dispensasi 6 bulan dari visa expired sampai pengurusan visa baru dan waktu urus visa baru pun harus bayar sesuai tarifkan?
tuan tidak mau bayar dan berusaha membuat strategi ini itu untuk supaya gak perlu bayar, padahal visa pun usdah mati 7 bulanan, masih bisa extend aja sudah syukur, eh ini masih berusaha gak bayar, saya malah mikirnya bakal kena sanksi atau denda, jadi saya harus bayar lebih banyak dari biaya yang semestinya kan?
sekarang setidaknya saya harus punya 10 rb rupees untuk x-visa dan 15 rb rupees untuk pio, semoga gak ada biaya tambahan atas keterlambatan submit visa ini, tapi jangkankan bayar 25 rb rupees plus tambahannya, tuan berusaha gak perlu bayar, mana mungkin?
sandiwara apa yang mau dibuat lagi?
saya sudah cukup malu dengan mengemis2 ke frro dua hari yang lalu, jadi tontonan orang2 karena di bilang ilegal dan bisa dideportasi.
kalau saya gak dapat extend visa ke x- visa gimana rencana saya mau pulang ke aceh?
saya gak bisa pulang karena jangankan buat tiket, visa pun gak punya.
dari delhi gak ada direct flight ke aceh atau sekali transit, jadi saya harus ke other state di india, chennai atau kochi dulum lalu ke Kulalumpur baru bisa ke aceh.
aneh juga flight KL- india cuma dibeberapa kota di india, seperti mumbay, chennai dan kochi, masa delhi yang ibu kota negara indianya malah gak ada ya?
oke, let suppose saya booked tiket delhi- kochi 10 rb rupees, kochi- KL 3500 rupees, KL- aceh 3000 rupees, total 16500 rupees atau 3 jutaan rupiah dan itu cuma one way, baliknya lagi wah bisa abis 6 jutaan, mending beli hape baru kan?
kalau soal kangen makanan indo sih, dengan uang segitu bisa dikirim banyaklah, lagian saya pulang mau ngapain juga ya, mau ketemu siapa juga...yang ada nanti sakit hati aja ya...
jadi hari ini dimulai dengan emosi dan marah2, masakan didapur saya tinggalin aja, mending tidur lagi lah, semoga dapat wangsit.
No comments:
Post a Comment