Sunday, 9 March 2014

masa2 menganggur dibandung

sebelum diterima kuliah pasca sarjana di unpad, orang tua saya menawari untuk membeli rumah dibandung, jadi kalau mereka ke bandung gak perlu menginap dihotel, jadi mulailah kami keliling bandung sekitar dago buat cari rumah kecil atau tanah yang siap dibangun rumah, ternyata kebanaykan rumah2 kecil di bandung itu cuma punya sertifikat hak pakai, bukan hak milik, tapi seingat saya saat itu harga properti tanah dan rumah masih murah, malah lebih mahal di aceh...kalau gak salah sih gitu, kalau salah ya maaf.....

beberapa kali kami survey didaerah2 yang agak murah, seperti balubur, wastukencana, tubagus rangin, sekeloa, tamansari, babakan siliwangi, cihampelas dalam, pokoknya kawasan kelas 2 di bandung barat....
kalau dago, setiabudi, cicendo, situsari, juanda, cipaganti gak masuk daftarlah, mahal karena termasuk daerah elit dibandung.

saya gak bermimpi bakal dibeliin rumah di kawasan elit sih, tapi ya gak mau juga kalau dibelinya daerah gang2 yang motorpun gak bisa lewat, sepanjang jalan ke rumahnya lorong2 ular berliku2 yang banyak anak2 lari2an telanjang, dengan emak2 didepan pintu lagi nyari kutu, gak mauuuu....hiks....
tapi daerah begitulah yang ditawari orangtua saya, mereka dengan rajin cari dari satu rumah ke rumah lain, karena dapat info lain lagim semua didatangin dengan saya yang mulai bete, karena sudah tau target mereka,  kalau sampai dibeli rumah gitu saya gak akan tinggal, hikksss....

ternyata yang saya takutin terjadi, mereka beli rumah kecil di gang2 yang mengenaskan, kalau belum pernah kebandung gak bisa bayangin gimana kondisi gang2 senggol disana, di aceh gak akan ketemu lokasi begitu, jorok, kumuh, ternak lari2 dimana2, gerobak2 jualan didepan rumah, karena daerah gitu biasa yang tinggal pedagang2 asongan atau pengemis, dan angka kriminalitasnya tinggi.
saya gak mau tinggal disitu, jadi rumahnya disewain, saya gak tau lagi gimana cerita soal rumah itu, apa dijual atau gimana...

No comments:

Post a Comment