Wednesday, 19 March 2014

jika saya memberi itu bukan karena saya kaya, tapi saya tau rasanya ketika tidak punya

sebaiknya memang kita jangan pernah mengingat2 apa yang sudah kita beri ke orang lain, orang lain disini termasuk semua orang disekitar kita, keluarga, saudara, kawan atau siapa saja.
kalau kita mengingat2 kita jadi gak ikhlas kalau ada sesuatu nantinya, kita mengharapkan balasan yang sama disaat kita butuh bantuan juga, kita membanding2kan apa yang kita beri dengan apa yang kita dapat.
tapi apa daya, susah juga kalau kondisi lagi begini...
hari ini saya ke southextn karena jam 12 ada yang mau lihat flat dibawa broker, si broker bilang ruangannya harus dibersihkan kalau mau menarik perhatian dan bikin orang mau sewa, jadinya tuan suruh saya ke sana jam 11 atur maid buat bersihin lantai semua ruangan dan washroom juga. padahal dari dulu juga saya bilang, bersihin rumah, cat baru dindingnya, kl perlu ganti wallpaper, tapi 3 atau 4 kali pembersihan total baru kinclong kayaknya karena flatnya kayak gak ada penghuni bertahun2 padahal kata tuan tahun lalu ada yang sewa 6 juta per bulan selama beberapa bulan, tapi kata anaknya gak pernah ada yang sewa, ntahlah

saya kirim pesan ke adik ipar kalau saya gak jadi ke aceh april ini, dia cerita kalau nyokap marah sekali karena anak kost keluar rumah tapi semua pintu dibongkar dan rusak, jadi nyokap tanya ke adik ipar saya itu dimana kuliah dan rumahnya....padahal kan tau nomer kontaknya, kenapa gak hubungi langsung tanya baik2?
kata nyokap itu barang2 di rumah punya saya, jadi anak kos gak berhak ambil apa2, mana mungkin saya sebelum keindia pinjam uang anak kos, mana mungkin anak kos punya uang, hahaha dikira semua orang penipu dan sembunyi2 kalau soal uang seperti mereka, gak tau dia kalau ada keluarga yang kalau ayahnya pinjam uang ke bank pun anaknya di bagi2 uangnya, bukan disembunyiin, di tutupi dari anaknya seperti mereka.
sekalian ipar saya itu tanya apa benar saya tanya ke sepupu saya -yang ortunya nipu saya 8 juta beberapa tahun yang lalu- soal nyokap nawarin rumah yang saya tempati selama ini untuk acara pesta perkawinannya juni ini, saya bilang emang saya tanya, tapi kata sepupu saya yang akan menikah itu gak bener, mereka sewa gedung, gak mau pake rumah busuk itu, dan bilang saya gila.
wow....sepertinya tekanan darah saya naik jadi 200 saat itu, saya tanya apa benar dia pake rumah itu buat pesta, masa gak malu kan dulu ortunya nipu saya tahun 2007, janji kembaliin duitnya, pas hari H nya kabur ganti nope, sampai sekarangpun gak berani ketemu saya, kalau lihat saya kabur atau sembunyi2, beberapa kali ketemu dijalan, saya emosi kalau soal ini, karena selain nipu saya adik nyokap saya ini juga nipu kakak ipar saya 8 juta, dan saya pinjam uang anak kos untuk gantiin uang kakak ipar itu, kan malu...ketauan keluarga kami penipu.

tapi sepupu saya itu terlihat sangat sombong, kasihannya...katanya saya gila, semua orang bilang saya gila, bokap bilang saya gila, nyokap bilang saya gila, adik saya bilang saya gila dan istri adik sayapun bilang saya gila...ohhh kalau lebih dari 3 orang yang bilang, berarti memang benarkan? tapi itu kan katanya...yang bilang satu orang yang mengatas namakan orang lain, lagi pula kalau saya gila, kayaknya wajar, siapa yang gak akan gila dengan kondisi begini?
saya gila?
apa yang saya buat samapi saya dibilang gila, saya gak berhalusinasi, gak punya kelainan seksual, sosial atau kelainan apapun, kalau batin saya gak kuat lagi karena banyak masalah, saya pergi dan tidak berurusan lagi, tapi masih ada yang perlu diberesin, sperti maslah anak kos yang keluar dan dituduh macam2, beberapa hal kecil yang perlu diberesin sebelum saya benar2 menghilang dari mereka, apa saya gila?
kalaupun saya gila, saya tidak merugikan orang lain, tidak memfitnah orang lain, tidak mengada2, tidak menyalahkan orang lain kalau memang dia tidak salah dan saya masih bisa mengingat semua yang terjadi dengan saya, semua....detik perdetik...semua masih terekam jelas di otak dan pikiran saya...gak ada yang terlupakan.

kalau dulu saya menolong orang2 dekat saya, mereka mengemis2 datang untuk sekedar minta uang jajan, atau datang karena perlu pertolongan apalagi wktu sepupu saya masih SMA dia hamil dengan pacarnya, saya menghubungi kelg pacarnya itu, mendatangi pacarnya, kirain bisa jadi pelajaran smape dia hamil lagi untuk kedua kali, ohhh ternyata turunan...jadi gak akan berubahlah...
saya jadi tempat minta uang  walaupun saya gak punya uang, pinjamin mobil, numpang ini itu.
jadi saya tegur dan marahi sekarang bisa di jawab dengan sombong dan angkuh ditambah bilang saya gila, wah saya sih gak masalah kalau cuma di bilang gila....
yang jadi masalah jangan mengingat kalau dulu pernah punya jasa dengan memberi kedia, orang seperti itu bukan cuma dia, sepupu saya yang lain juga sama, dulu disuruh bersihin wc pun mau buat dapat uanag jajan, tapi waktu sudah kerja dan mandiri, jangan berani2 menyenggol, mencolek atau apapun masalah dengan mereka. dengan yakin dan percaya diri bisa kirim sms " hati2 dengan aq ya, belum tau siapa aq, salah besar kalau begitu ke aq"
waduhh...emang dia siapa? bapak bupati? atau menantu bupati mungkin?
pantesan banyak orang miskin didunia ini, karena tuhan tau kalau dia di beri sedikiiit saja akan sombong dan lupa diri.
btw...saya juga miskin nih....
ayo, saya akan lupain jasa atau apa saja yang pernah saya beri, agar pahalanya tidak hilang, lagian mungkin memang kita tidak mendapat balasan pertolongan dari orang yang pernah kita tolong, tapi ada orang lain yang mau menolong, yakinlah...!!!

tapi hari ini saya masih tersinggung sih dihina ma saudara yang amppuuunnnn...kalau tau siapa dia, waduh padahal dulu saudara yang lainpun mengingatkan jangan terlalu manjain dia....ya menyesalkan selalu belakangan ya...kasian aja lihat dia jadi anak kecil yang sombong mau menikah di gedung karena mampu, padahal orangtuanya kelas pengemis, punya rumah dan motor dari hasil nipu saya dan mantan kakak ipar saya beberapa tahun yang lalu.

No comments:

Post a Comment