Tuesday, 11 March 2014

masalah dengan pemilih toko gift di kailash hills market

tuan punya kenalan seorang pria berkeluarga yang punya toko gift dan souvenir di kailash hills market dekat sini, orang itu indian bengali, dia minjam duit 35 ribu rupees setahun yang lalu, itu kalau dirupiahkan kira2 7 juta.

beberapa kali kami kesana buat nagih, tapi sepertinya tuan gak tega, dan bapak itu memanfaatkan kelemahan ini, jadi kalau kami datang basa basi sebentar kemudian dia kabur, kami ditinggali ngobrol dengan istri dan anak gadisnya, tentu saja tuan makin gak enak nagihnya, kalau ngobrol ke istrinya malah ibu itu ngeluh soal kesusahan duit dan butuh modal, mana tokonya sepi pula, iya sihh kalau di lihat2 tokonya sudah mati suri, barang2 nya lusuh dan berdebu, sepi gak ada pengunjung, mereka jaga toko seharian sampai jam 10 malam, kata tuan istrinya gak tau kalau suaminya ada utang yang belum dilunasi, kalau kata saya sih pasti tau, tapi dia pura2 gak tau biar aman.

saya bilang kalau gak tega bicara langsung mungkin bisa coba via telpon atau sms, jadi tuan coba sms, eh malah dibalasnya kalau dia mibta tambahan pinjaman buat penuhin tokonya, nanti dia usahakan bayar kalau ada pemasukan, saya bilang jangan percaya, itu cuma akal2an dia biar gak perlu bayar, amah dia mau minta lebih karena tau yang minjamin gak tega buat nagih.

dulu tuan janji kalau uangnya diganti setengah saja pun gak apa2, nanti boleh buat saya, karena akhir tahun kemaren saya pengen kehills area buat main salju, sekitar himachal pradesh, himalaya atau ke kashmir.
jadi saya semangat untuk rajin ke toko itu buat nagih, kalau 10 kali datang gak ada hasil...kita datangin 20 kali...kalau gak dibayar juga, kita datangin 30 kali, ya gak?

tapi setelah datang beberapa kali tanpa hasil, kami mulai capek, tuan pun malas kalau saya ajak kesana sore2 atau malam, apalagi nopember mulai masuk winter, kan dingin, malas mau keluar rumah, amalah kalau keluar rumah jadi habis uang buat beli ini itu dan bensin mobilkan?
apalagi sejak saya sakit, jadi makin malas ngurusin duit itu, tapi kalau bayangin 7 juta, waduhhh lumayan juga kan? cukup buat tiket pp india- indo dan uang saku selama diindo kan?
tapi kok pesimis ya, hampir yakin gak akan di bayar, apalagi pinjamannya tanpa kwitansi dan saksi, bisa aja mereka berkelit, atau kalaupun gak berkelit nantinya jadi gak bagus hubungan, dan belum tentu juga di bayar.

tapi ternyata bapak itu hubungin, katanya dia gak bisa bayar, kalau mau silahkan ambil barang2 isi tokonya, saya bilang mau aja, wah boleh juga, kalau tuan pelit gak mau belanja apa2 untuk isi rumahnya supaya lebih layak dan mirip rumah, biar saya isi rumahnya dengan barang2 dari toko itu, 7 juta sepertinya cukup saya ambil beberapa lamupu hias, taplak, boneka, kristal2 hiasan, kalau saya bisa ambil sehatga 7 juta, sangat lumayanlah, ya kan?

dengan semangat kami kesana, tapi kami melongo, isi tokonya berubah jauh dari sebelumnya, saya sangat yakin seyakin yakinnya karena kalau kami kesana saya sering lihat barang2 di etalasenya, malah ada beberapanik gitu, yang sudah saya tandain kalau saya ada duit mau beli, namanya toko pernak pernik gitu walaupun penting2, tapi kan biasaya bagus2 ya? hiasan2 yang kalau kita beli akan merubah tampilan kamar atau rumah kita jadi lebih segar dan menarik kan?

tapi yang ada cuma barang2 tua, kotor dan bikin rumah tambah delil dan suram kalau itu barang kita bawa pulang, dan yang lebih malas lagi....hampir semua barang2 nya patung2 dewa hindu dengan segala ukuran...!!!




No comments:

Post a Comment